Banda Aceh [DESA MERDEKA] – Inovasi Kawasan Pertanian Terintegrasi Urban Farming yang digagas Pemuda Gampong Geucue Komplek di Banda Aceh kian menunjukkan keberhasilan. Program ini berhasil memanfaatkan lahan-lahan “tidur” seperti area tertutup beton dan timbunan batu menjadi lahan produktif. Tidak hanya itu, inisiatif ini juga membuka pintu kolaborasi dengan berbagai pihak di Aceh, menegaskan posisinya sebagai solusi jitu untuk ketahanan pangan dan perluasan kesempatan kerja.
Keberhasilan ini menarik perhatian berbagai kalangan. Ketua Pemuda Gampong Geucue Komplek, Saiful, bersama Ubay (Ketua Kelompok Geukom Agrifarm dan Ketua Dusun 4), Yusrizal, Hery, serta Haikal, baru-baru ini menyambut kunjungan David, Ketua Pemuda Gampong Lampaseh Krueng, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperluas jejaring kolaborasi dan berbagi pengalaman antar komunitas pemuda dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
David, yang didampingi Rizal dari SemuaPay Didik Digital, memanfaatkan kesempatan ini untuk mempresentasikan rencana program wisata memancing di Krueng Doe. Kawasan ini, sebuah telaga alami yang terbentuk dari genangan akibat pelurusan sungai Krueng Aceh, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam. Harapannya, pengembangan ini tidak hanya mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar melalui pengelolaan pariwisata yang terintegrasi, tetapi juga berkelanjutan.
Diskusi mendalam mengenai konsep pengembangan wisata dan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan di Ruang Informasi Publik PPID Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh. Pertemuan yang difasilitasi oleh Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Disnakermobduk ini menyoroti sinergi strategis antara komunitas pemuda dari berbagai gampong dan dukungan pemerintah daerah. Tujuannya jelas: mengoptimalkan potensi sumber daya lokal demi pembangunan sosial-ekonomi yang inklusif.
Urban Farming dan Wisata Alam: Inspirasi Pembangunan Berkelanjutan
Konsep Urban Farming di Gampong Geucue telah menjadi inspirasi bagi daerah lain di Aceh. Pendekatan yang tidak memerlukan lahan konvensional luas ini, dengan fokus pada pemanfaatan lahan tidur, tidak hanya menguatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di perkotaan dan pedalaman. Hal ini berkontribusi nyata dalam menurunkan tingkat pengangguran (BPS Aceh, 2024).
Di sisi lain, pengembangan wisata alam seperti yang direncanakan di Krueng Doe oleh Pemuda Gampong Lampaseh Krueng merupakan bentuk diversifikasi usaha ekonomi berbasis potensi alam dan budaya lokal. Wisata alam ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sembari menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab. Kunjungan dan dialog antar komunitas pemuda, serta keterlibatan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, menegaskan pentingnya kolaborasi multi-pihak demi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Swasta
Program Kawasan Pertanian Terintegrasi Urban Farming telah mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, mulai dari pejabat kecamatan, PKK, Ketua DPR Kota Banda Aceh, hingga perusahaan nasional seperti PT PLN (Persero). Sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat ini menjadi modal utama dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang kerja produktif di Aceh.
Dukungan ini juga membuka akses bagi komunitas pemuda untuk memperoleh pelatihan, pendampingan teknis, serta fasilitasi pengembangan usaha berkelanjutan. Partisipasi wisatawan lokal dan mancanegara yang tertarik belajar dan berkolaborasi semakin memperkuat posisi program ini sebagai contoh terbaik pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang memiliki daya tarik luas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Urban Farming di Gampong Geucue Komplek dan rencana pengembangan wisata alam di Krueng Doe menjadi wujud nyata pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Aceh. Model ini diharapkan menginspirasi gampong-gampong lain untuk mengoptimalkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan penurunan angka pengangguran.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.