Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 13 Sep 2024 07:28 WIB ·

BUMDes sebagai Katalisator Pembangunan Desa: Tantangan dan Peluang


					BUMDes sebagai Katalisator Pembangunan Desa: Tantangan dan Peluang Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Program cakap SDG’s Desa yang membahas mengenai pembangunan desa, episode 375 baru-baru ini, menyoroti peran penting Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Para peserta mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang yang terkait dengan BUMDes, termasuk akuisisi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan implementasi sistem Online Single Submission (OSS).

Salah satu topik utama diskusi adalah proses mendapatkan NIB untuk BUMDes. Meskipun NIB sangat penting bagi BUMDes untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah dan kegiatan bisnis lainnya, banyak yang mengalami kesulitan untuk mendapatkannya. Masalah-masalah seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) yang sudah ketinggalan zaman, perubahan manajemen, dan kerumitan sistem OSS disebut sebagai hambatan utama.

“Perubahan pengurus dan pengembangan unit usaha seringkali mengharuskan BUMDes melakukan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Proses ini cukup memakan waktu dan membutuhkan pendampingan yang intensif,” tambah Panuti.

Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, ada beberapa kisah sukses. Beberapa BUMDes di Sukoharjo telah berhasil mendapatkan NIB dan sekarang berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah, seperti menyediakan makanan untuk program pemerintah.”Dengan memiliki NIB, BUMDes dapat lebih mudah mengakses berbagai peluang usaha, seperti menjadi penyedia barang dan jasa dalam proyek-proyek pemerintah desa,” ujarnya.

Selain itu, Panudi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan BUMDes. “Era digital menuntut BUMDes untuk semakin adaptif dengan teknologi. Dengan memanfaatkan sistem informasi manajemen (SIM), BUMDes dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan usahanya,” jelasnya.

Mengatasi tantangan pengurusan NIB ini, para peserta menyerukan peningkatan kolaborasi antara lembaga pemerintah, BUMDes, dan pejabat desa. Mereka juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas bagi pengelola BUMDes untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang administrasi bisnis dan manajemen keuangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 117 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM