Pati, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Sebuah jembatan penting di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Pati, kini telantar dalam kondisi mangkrak tanpa kejelasan kelanjutan pembangunannya. Ironisnya, di tengah proyek infrastruktur warga yang mandek tersebut, jenis kendaraan operasional pemerintah desa justru sukses berganti rupa dari tipe PCX menjadi motor trail KLX.
Ketimpangan prioritas ini memicu ketegangan hebat dalam rapat pembahasan Laporan Realisasi Anggaran 2023 serta RAPBDes 2024 setempat, Rabu (6/3/2024). Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karaban secara terbuka menggugat akuntabilitas dan transparansi Anggaran Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikelola oleh pihak perangkat desa.
Ketua BPD Karaban, Sowo, menyatakan kekecewaannya atas sikap jajaran pemerintah desa yang dinilai menutup-nutupi informasi publik. Menurutnya, pengawasan mandek karena pemdes cenderung defensif dan enggan memberikan jawaban rinci saat dipertanyakan soal realisasi anggaran belanja operasional serta pembangunan fisik.
“Sebagai pengawas di tingkat desa, kami berhak memperoleh penjelasan detail mengenai penggunaan dana desa,” cetus Sowo.
Kecurigaan publik atas potensi penyimpangan anggaran kian menguat sewaktu Kepala Desa Karaban, Kusnan, menolak memberikan keterangan resmi kepada media. Situasi rapat bahkan sempat memanas ketika sejumlah jurnalis yang meliput justru diminta keluar dan dilarang menghadiri pertemuan.
Aksi pengusiran pers dan sikap bungkamnya otoritas desa ini disayangkan banyak pihak. Hak warga Karaban untuk menikmati fasilitas jembatan yang layak kini masih terganjal oleh tebalnya dinding informasi tata kelola keuangan desa mereka sendiri.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.