Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 27 Apr 2025 20:54 WIB ·

Panen Raya Tiga Kali Setahun: Mimpi Petani Kukar Lewat Optimalisasi Lahan


					Bupati Edi Damansyah (tengah) berdialog dengan perwakilan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Desa Rapak Lambur, membahas program Optimalisasi Lahan untuk peningkatan produksi pertanian. Perbesar

Bupati Edi Damansyah (tengah) berdialog dengan perwakilan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Desa Rapak Lambur, membahas program Optimalisasi Lahan untuk peningkatan produksi pertanian.

Tenggarong [DESA MERDEKA] Desa Rapak Lambur di Kutai Kartanegara (Kukar) kini menjadi sorotan utama dalam upaya penguatan ketahanan pangan daerah. Bupati Kukar, Edi Damansyah, secara resmi menetapkan Desa Rapak Lambur sebagai wilayah percontohan Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target ambisius: mencapai tiga kali panen dalam setahun. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di Kutai Kartanegara.

Penetapan ini diumumkan Bupati Edi Damansyah dalam sebuah acara silaturahmi dan dialog yang hangat bersama anggota Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Desa Rapak Lambur. Pertemuan yang diselenggarakan di Gapoktan Rapak Lambur pada Minggu (27/04/2025) lalu ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan tujuan dan strategi. Bupati Edi menegaskan bahwa program Oplah ini tidak hanya sejalan dengan visi misi Kukar Idaman, tetapi juga selaras dengan kebijakan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sebelum mengambil keputusan strategis ini, Bupati Edi memastikan kesiapan penuh dari para kelompok tani di Rapak Lambur. Baginya, komitmen dan dukungan dari para petani adalah kunci utama keberhasilan program. Ia optimistis bahwa optimalisasi lahan ini akan menghasilkan panen yang jauh lebih melimpah, dengan kualitas produk yang lebih baik, sehingga secara langsung akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat petani setempat.

Program Oplah di Rapak Lambur dirancang tidak hanya dengan memanfaatkan infrastruktur pertanian yang sudah ada, tetapi juga dengan penambahan fasilitas baru yang menunjang. Evaluasi rutin menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini, guna mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala di lapangan secara cepat dan efektif. Bupati Edi menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan di antara semua pihak terkait.

“Terus tingkatkan sinergitas, jaga kekompakan, dan saling mendukung dalam mengembangkan sektor pertanian,” ujar Edi Damansyah. Ia juga memberikan jaminan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar, melalui dinas terkait, akan terus memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan para petani. Dukungan ini meliputi berbagai aspek, demi memastikan produksi pertanian terus meningkat dan mewujudkan ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan.

Program Optimalisasi Lahan di Rapak Lambur diharapkan mampu menjadi model sukses yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Kukar. Keberhasilan di Rapak Lambur akan menjadi bukti nyata bahwa dengan perencanaan matang dan kolaborasi kuat, sektor pertanian dapat menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Desa Satu Operator: Kunci Bantuan Tepat Sasaran

30 April 2026 - 05:30 WIB

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Trending di PEMERINTAHAN