Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

JALAN JAJAN · 29 Okt 2026 14:49 WIB ·

Selamat Datang di Banyumulek: Sensasi Eksotis Desa Wisata Berbasis “Kutukan”


					Selamat Datang di Banyumulek: Sensasi Eksotis Desa Wisata Berbasis “Kutukan” Perbesar

Lombok Barat [DESA MERDEKA] – Nenek moyang suku Sasak dua abad lalu agaknya punya bakat meramal yang luar biasa.

Mereka menamai sebidang tanah subur di Lombok Barat itu dengan nama Banyumulek. Secara harfiah, artinya air yang berputar-putar. Sebuah nubuat geografi yang magis. Siapa sangka, ramalan purba itu bertransformasi menjadi atraksi paling konsisten di era modern. Ratusan tahun berlalu, airnya masih setia berputar di tempat yang sama setiap kali musim hujan tiba.

Namun, zaman berganti dan modernisasi membawa modifikasi.

Air pusaran yang dulunya jernih kini kedatangan tamu agung dari tiga desa di bagian hulu. Mereka mengirimkan “paket komoditas” modern. Sampah plastik. Limbah rumah tangga membusuk. Bahkan kasur bekas dari Kediri, Rumak, dan Lelede ikut hanyut merayakan festival air ini. Inilah sinergi lintas kecamatan yang sesungguhnya! Konsep wahana waterboom gratis dengan rintangan sampah domestik langsung di pekarangan rumah warga.

Banyumulek bukan desa sembarangan. Ini adalah Desa Wisata Internasional dengan produk gerabah legendaris yang karyanya sudah melanglang buana ke seantero bumi. Estetik. Bernilai seni tinggi.

Tapi di sinilah letak plot twist komedi gelapnya.

Para perajin kelas dunia ini harus memiliki keterampilan ganda. Pagi hari memutar tanah liat di atas meja perajin. Sore hari memutar otak bagaimana menyelamatkan galeri pameran mereka dari kepungan air setinggi betis. Wisatawan asing yang datang di akhir Oktober 2026 ini mungkin berdecak kagum. Mereka mengira banjir beruntun dalam waktu tiga hari -”pada tanggal 25 dan 28 Oktober” – adalah bagian dari live show kearifan lokal yang sudah dipaketkan dalam agenda tur travel. Sangat interaktif! Belanja kendi sambil menerobos genangan sampah kiriman sekabupaten.

Pemerintah Daerah Lombok Barat tentu tidak tinggal diam melihat mahakarya kutukan ini. Mereka bergerak cepat. Sangat taktis.

Anggaran fantastis sebesar Rp2,4 miliar digelontorkan. Untuk apa? Memperbaiki jalan raya agar mulus dan terlihat molek di mata pelancong. Sungguh sebuah pendekatan kosmetik yang paripurna. Jalannya dipercantik, namun saluran irigasi makro yang tersumbat monster sampah dari hulu dibiarkan merana tanpa pengerukan menyeluruh. Respons Pemda selalu konsisten menggunakan formula klasik: tunggu bencana datang, terima surat darurat dari desa, turunkan truk sampah secara seremonial, lalu lupakan saat kemarau datang kembali.

Di balik layar, panggung drama ini juga menjadi ring tinju nasional yang melibatkan baku hantam regulasi antar-kementerian di Jakarta.

Kementerian Pariwisata sibuk memoles status desa wisata agar sapta pesona. Di sudut lain, Kementerian Desa melakukan aksi smackdown fiskal dengan memangkas Dana Desa (DD) secara drastis pada tahun 2026. Akibatnya, armada motor Tosa milik Pemerintah Desa Banyumulek lumpuh total karena kehabisan bensin operasional untuk membuang sampah kiriman yang volumenya melebihi kapasitas desa.

Daerah ini memang mandiri dalam menciptakan ironi, meski APBD-nya masih 80% disusui oleh Dana Transfer Pusat.

Ketika dompet pusat sedang seret dan melakukan penghematan, Kabupaten Lombok Barat langsung kena demam parah. Kebijakan pengetatan anggaran dari Jakarta sukses mengunci Banyumulek dalam takdir lamanya. Pemda seperti pasrah dan mengamini: “Ya mau bagaimana lagi, namanya juga Banyumulek, takdirnya memang airnya harus berputar di situ selamanya.”

Jika Pemerintah Provinsi NTB dan Balai Wilayah Sungai dari Kementerian PUPR tetap emoh turun tangan memasang jaring sampah otomatis di batas wilayah hulu, maka tidak ada pilihan lain. Papan nama di gerbang desa harus segera diganti.

Selamat Datang di Wisata Kutukan Banyumulek: Nikmati Seni Gerabah Dunia di Atas Perahu Karet.

Sebuah tamparan halus yang barangkali baru akan mempan ketika videonya viral di TikTok dan ditonton oleh jutaan netizen global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 6 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Total Hadiah Rp106 Juta, Lomba Lintas Alam V Digelar

10 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Bikers Senior Dedengkot Brothers Hidupkan Wisata Sejarah Bedono

27 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Wisata Heritage Ambarawa Jadi Magnet Baru Ekonomi Desa

27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Nagari Anduriang Siap Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

15 Juni 2026 - 08:54 WIB

Pasar Kampung Samiler: Branding Unik Desa Wisata Wonosunyo

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Trending di JALAN JAJAN