Salatiga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Libur sekolah tidak harus dihabiskan di depan layar gawai atau pusat perbelanjaan. Komunitas Kampoeng Belajar Bersama (KBB) BBC bekerja sama dengan Perpustakaan Galery Baca BBC punya cara unik. Mereka memboyong puluhan anak-anak lintas usia untuk melakukan perjalanan lintas waktu.
Melalui program “Literasi Jelajah Sejarah”, sebanyak 35 peserta dari usia TK hingga masyarakat umum diajak menyusuri jejak kolonial di Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Minggu (28/6/2026). Perjalanan edukasi ini dimulai sejak pagi buta. Peserta berkumpul di Posko Perpustakaan Galery Baca BBC, Prampelan, Kelurahan Blotongan, Kota Salatiga.

Setelah menerima pengarahan dari pengelola perpustakaan, Kak Dina Lina Ervina, rombongan berangkat tepat pukul 07.00 WIB. Alih-alih menggunakan bus mewah, mereka memilih mencicipi keriuhan lokal dengan menyewa dua armada angkutan kota (angkot) nomor 2.
Menyesap Sejarah Lewat Aroma Rempah
Petualangan ini dirancang mendobrak gaya belajar klasikal. Agenda pertama justru tidak dimulai dengan melihat dinding batu, melainkan dengan mengaktifkan indra penciuman dan perasa peserta melalui kelas pengenalan rempah-rempah.
Anak-anak diajak menyentuh, mencium aroma, hingga mempraktikkan cara meracik minuman herbal sederhana. Sesi ini menjadi jembatan logika yang menarik: peserta diajak memahami bahwa butiran rempah yang ada di dapur mereka hari ini adalah alasan utama mengapa bangsa Eropa mengarungi samudra dan mendirikan benteng-benteng raksasa di Indonesia pada masa lalu.
Menjelajah Labirin Benteng Pendem
Masuk ke agenda utama, peserta diajak melakukan tur menyusuri koridor megah Benteng Fort Willem I yang populer disebut Benteng Pendem. Bersama Mas Budi Prasetyo yang bertindak sebagai pemandu, sudut-sudut sunyi benteng tua itu seolah kembali bernyawa.
Penjelasan sejarah dikemas secara interaktif dan komunikatif. Alhasil, materi arsitektur kolonial dan taktik militer masa lalu menjadi sangat renyah dan mudah dicerna, bahkan oleh peserta usia taman kanak-kanak. Anak-anak bisa melihat langsung fungsi ruangan, ketebalan dinding, dan sisa-sisa kejayaan masa lampau yang tidak mungkin bisa dirasakan hanya dengan membaca buku pelajaran di sekolah.
Buah Manis Swadaya Orang Tua
Satu hal yang membuat gerakan literasi ini istimewa adalah motor penggeraknya. Seluruh rangkaian kegiatan ini lahir murni dari dana swadaya orang tua peserta yang mendambakan pendidikan karakter berbasis realitas bagi anak-anak mereka. Kolaborasi organik antara keluarga dan komunitas inilah yang berhasil menghadirkan ruang belajar berkualitas tanpa perlu bergantung pada kurikulum formal.
Melalui petualangan sehari ini, KBB BBC dan Galery Baca BBC ingin menegaskan bahwa literasi bukan sekadar urusan mengeja teks di atas kertas. Literasi adalah kemampuan membaca lingkungan, menghargai warisan cagar budaya, dan merawat cinta tanah air sejak dini.
Sebab, belajar sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, melainkan fondasi utama untuk merancang masa depan yang lebih baik.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.