Satu Kertas di Dinding Mengubah Cara Desa Dengkol Melawan Stunting
Dengkol, Singosari, Malang [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Dengkol menghadirkan wajah baru dalam pelaksanaan Rembug Stunting Desa Dengkol pada Selasa (23/6/2026). Forum di Balai Desa Dengkol itu tidak hanya menyajikan paparan materi. Sebaliknya, panitia mengajak peserta menyusun solusi secara langsung melalui metode “Kertas di Dinding” (Wall Charting/Gallery Walk).
Kepala Desa Dengkol membuka kegiatan dengan mengajak seluruh elemen desa memperkuat kolaborasi untuk mencegah stunting sejak dini. Selain itu, perangkat desa, Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Singosari, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, kader PKK, ibu-ibu penggerak desa, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat mengikuti forum tersebut secara aktif.
Selanjutnya, panitia membagi peserta ke dalam enam kelompok. Setiap kelompok membahas tema yang berbeda. Mereka mengulas kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, sanitasi, perlindungan sosial, ketahanan pangan, serta regulasi desa. Kemudian, peserta menuliskan masalah, potensi desa, dan solusi yang dapat segera dijalankan.
Diskusi berlangsung dinamis. Peserta mengusulkan pendampingan bagi ibu hamil berisiko. Selain itu, mereka mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber protein keluarga. Mereka juga menggagas kebun gizi desa, gerakan jamban sehat, dan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Bahkan, beberapa peserta mengusulkan penyusunan Peraturan Desa tentang pencegahan stunting.
Setelah sesi diskusi berakhir, seluruh kelompok mengikuti Gallery Walk. Mereka berpindah dari satu papan ke papan lainnya. Mereka membaca hasil kelompok lain, memberikan masukan, lalu menyempurnakan setiap usulan. Dengan cara itu, peserta terlibat aktif sekaligus memperkaya hasil pembahasan.
Kepala Desa Dengkol menegaskan bahwa hasil rembug tidak akan berhenti pada forum diskusi. Karena itu, pemerintah desa akan memasukkan usulan prioritas ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Selanjutnya, pemerintah desa akan menyiapkan dukungan anggaran melalui APBDes.
Melalui Rembug Stunting Desa Dengkol, pemerintah desa mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat berjalan lebih kuat. Dari forum sederhana di Balai Desa Dengkol ini, tumbuh komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Mochamad Fajar Kurniawan adalah praktisi usaha dan pegiat pemberdayaan masyarakat yang berdomisili di Singosari, Kabupaten Malang. Alumnus SMAN 3 Malang (BHAWIKARSU) tahun 1994 & Universitas Brawijaya 1998,Saat ini menjabat sebagai CEO Raja Kebab Singosari dan Raja Ayam Geprek Singosari. Selain aktif di bidang kewirausahaan, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Forum Handarbeni Singhasari (Fondasi), Pembina Paguyuban Batik Singosari, Pembina Paguyuban Batik Lawang, serta menjadi bagian TPP Kecamatan Singosari sejak tahun 2017
Memiliki pengalaman di bidang jurnalistik sebagai mantan Pemimpin Redaksi sebuah tabloid di Kota Malang,memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, UMKM, dan pembangunan berbasis potensi masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dan tulisan, ia berupaya mendorong kemandirian ekonomi, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pelestarian warisan budaya lokal untuk mendukung kemajuan desa dan daerah.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.