Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 23 Jun 2026 06:10 WIB ·

Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo


					Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo Perbesar

Loleo, Obi Selatan [DESA MERDEKA] — Situasi di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali memanas. Kecewa karena pelayanan publik lumpuh total dan Kepala Desa (Kades) Edi Amus tak hadir saat kedatangan tim Irban Investigasi, warga setempat nekat kembali menyegel Kantor Desa Loleo dengan menggunakan balok-balok kayu besar pada Minggu (21/06/2026).

​Aksi dramatis pemalangan ini dilakukan sesaat sebelum Tim Irban Investigasi Inspektorat Halmahera Selatan bertolak kembali ke Labuha setelah merampungkan audit khusus terkait dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa yang disinyalir mencapai miliaran rupiah.

Kades dan Sekdes Kompak “Menghilang” Saat Audit
​Ketua Perwakilan Masyarakat Loleo, Ridwan Murud, menegaskan bahwa pemalangan ini merupakan puncak kekesalan warga. Menurutnya, sejak tim investigasi tiba untuk mengusut tuntas karut-marut keuangan desa, Kades Edi Amus justru tidak pernah menampakkan batang hidungnya dan diduga telah kabur ke Ibu Kota Kabupaten di Labuha.

​”Kami sengaja memalang kantor ini karena memang sudah tidak ada aktivitas pelayanan sama sekali. Kades Edi Amus sudah menghilang ke Labuha,” ujar Ridwan dengan nada kecewa.

​Mirisnya, sikap tidak kooperatif juga ditunjukkan oleh jajaran perangkat desa lainnya. Pada hari pertama audit, hanya tiga orang Kepala Urusan (Kaur) yang hadir mendampingi Sekretaris Desa (Sekdes). Lebih parah lagi, pada hari terakhir audit, Sabtu (20/06/2026), Sekdes pun ikut absen dengan dalih sakit.

​Ketidakhadiran para petinggi desa ini memicu kegeraman Ketua Tim Irban Investigasi Inspektorat Halmahera Selatan, Yusup Mustakim. Ia menyayangkan sikap aparatur desa yang terkesan sengaja menghindari pemeriksaan untuk memberikan keterangan terkait laporan penyelewengan anggaran tersebut.

​”Ketidakhadiran Kades, Sekdes, dan perangkat desa lainnya dalam proses audit ini adalah bentuk ketidakpatuhan yang nyata terhadap hukum dan sangat tidak sopan,” tegas Yusup Mustakim.

Temuan Investigasi: Pembagian Bantuan Mesin Tumpang Tindih
​Meskipun laporan hasil pemeriksaan (LHP) resmi belum dirilis oleh Inspektorat, penelusuran awal tim di lapangan telah mengonfirmasi adanya indikasi kuat ketidaksinkronan data yang masif dalam realisasi anggaran Dana Desa.
​Salah satu temuan yang mencolok adalah program bantuan langsung kepada masyarakat berupa alat produksi. Tim investigasi menemukan karut-marut distribusi mesin senso (gergaji mesin) dan mesin paras (pemotong rumput).

  • Ketidakadilan Distribusi: Terdapat warga tertentu yang menerima bantuan mesin senso secara berulang-ulang.
  • Warga yang Terabaikan: Di sisi lain, banyak warga yang berhak justru sama sekali tidak pernah mencicipi bantuan tersebut sejak program digulirkan.

Tuntutan Warga: Desak Bupati Bassam Segera Copot Kades
​Konflik di Desa Loleo sebenarnya telah berlangsung lama. Sebelum audit investigasi ini berjalan, Kades Edi Amus diketahui sudah meninggalkan desa selama berbulan-bulan, yang mengakibatkan pelayanan publik mati total. Warga sempat melakukan pemalangan pertama, namun segel dibuka kembali setelah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Selatan turun tangan untuk memediasi.

​Sayangnya, janji perbaikan itu sirna seiring sikap Kades yang dinilai terus menghindar dari tanggung jawab. Kini, masyarakat bersikap antipati dan meminta ketegasan dari pihak pimpinan daerah. Melalui aksi pemalangan kedua ini, warga menaruh harapan besar kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Warga mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera mencopot Edi Amus dari jabatannya sebagai Kepala Desa Loleo.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi ataupun klarifikasi dari Kades Edi Amus maupun pihak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terkait aksi penyegelan susulan dan desakan pencopotan tersebut. Masyarakat berharap kasus hukum ini diusut secara transparan demi keadilan dan pulihnya roda pemerintahan di Desa Loleo.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

10 Tahun Pembiaran Limbah TPA Blondo, Sawah Warga Mati!

20 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

20 Juni 2026 - 20:22 WIB

Universitas Terbuka, Solusi Pendidikan Bagi Pemuda Desa di Halmahera Selatan

20 Juni 2026 - 09:36 WIB

Mangkir dari Audit Dana Desa, Kades Loleo dan Perangkatnya Terancam Sanksi Pidana!

20 Juni 2026 - 08:25 WIB

HTW Peringatkan Modus TPPO Berkedok Bisnis

20 Juni 2026 - 07:12 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

19 Juni 2026 - 05:55 WIB

Trending di RAGAM