Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Jun 2026 04:22 WIB ·

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh


					Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh Perbesar

Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di lereng Gunung Merapi yang dingin, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, kembali menggeliat dengan tradisi yang telah mendarah daging. Selasa (16/6/2026) malam, ribuan pasang mata tertuju pada Joglo Merapi I, tempat berlangsungnya ritual Sedekah Gunung Merapi. Ritual tahunan yang sakral ini bukan sekadar seremoni bagi warga lereng gunung, melainkan perwujudan syukur atas tanah yang subur serta doa untuk keselamatan dari ancaman erupsi gunung paling aktif di dunia tersebut.

Bupati Boyolali Agus Irawan dan Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana hadir langsung, menyerahkan kepala kerbau kepada Kepala Desa Lencoh, Sutarno. Penyerahan simbolis ini diikuti dengan prosesi pendakian oleh sepuluh orang membawa obor menuju Pasar Bubrah untuk menanamkan sesaji. Meski medan pendakian telah berubah drastis pascaerupsi 2010, semangat menjaga warisan leluhur ini tak pernah pudar. “Ini tolak bala agar Merapi tetap bersahabat dan masyarakat terlindungi,” ungkap sesepuh adat setempat, Paiman Hadi Martono.

Bagi Desa Lencoh, ritual ini adalah mesin penggerak ekonomi. Kepala Disporapar Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menegaskan bahwa komitmen Pemkab melestarikan tradisi ini adalah bagian dari strategi pengembangan pariwisata. Tidak heran jika pengunjungnya kini melintasi batas negara. Sembilan gunungan yang diarak pun bukan hanya pajangan; ia melambangkan kesatuan masyarakat yang meski berbeda latar belakang, namun memiliki tujuan yang sama: kesejahteraan desa.

Bagi generasi muda, Sedekah Gunung Merapi adalah pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus mengikis akar budaya. Perpaduan antara nilai spiritual, ketahanan bencana berbasis kearifan lokal, dan potensi wisata yang mendunia menjadikan Desa Lencoh sebagai contoh bagaimana sebuah desa mampu mengelola identitasnya menjadi daya tawar yang besar. Di tengah gemuruh Merapi yang tak terduga, warga Lencoh telah memiliki “jangkar” yang kuat: gotong royong dan rasa syukur yang tertanam jauh di lereng gunung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bongkar Ilusi Rp20 Triliun: Mengapa Sukuk Daerah Sumbar Sepi Peminat?

4 November 2026 - 21:17 WIB

Rahasia Labis Wehali Malaka, Melting Point Desa-kota

2 November 2026 - 09:08 WIB

Membaca November Rain dari Pos Ronda Desa

1 November 2026 - 09:57 WIB

Knalpot Jeep di Sawah Menur: Pesta Terakhir Jelang Ajal Agraris

31 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Ayah Wajib Hadir: Formula Miliaran Rupiah Desa Lerep Cegah Fatherless

27 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Resonansi Metafisika Jawa dan Kedaulatan Pangan dari Desa Banyubiru

26 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Trending di SOSBUD