Pemalang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Ketergantungan kronis petani desa pada spekulan bersiap menemui titik akhir. Melalui peluncuran Kopdes Merah Putih Desa Penggarit, Kabupaten Pemalang kini memiliki jangkar ekonomi baru yang dirancang khusus untuk menyerap langsung hasil panen sektor agro, dengan fokus awal pada komoditas jagung. Langkah ini diambil guna memastikan nilai ekonomi potong komoditas tetap berputar di dalam desa, sekaligus mendongkrak kesejahteraan para petani domestik.
Kehadiran wadah ekonomi ini merupakan bagian dari peresmian massal 1.061 unit koperasi secara daring oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang berpusat di Nganjuk. Di tingkat regional, Kabupaten Pemalang menancapkan fondasi kuat dengan merampungkan pembangunan seluruh 130 titik Kopdes Merah Putih, termasuk unit yang berada di Desa Penggarit.
“Hasil panen petani diharapkan dapat ditampung langsung oleh koperasi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak atau spekulan,” ujar Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo.
Pemerintah Kabupaten Pemalang memberikan garansi tegas bahwa operasional Kopdes Merah Putih tidak akan memicu tumpang tindih fungsi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keduanya menempati kamar bisnis yang berbeda namun saling melengkapi demi memperkuat ketahanan pangan serta membuka ruang usaha baru bagi warga.
Bupati Pemalang melalui Sekretaris Diskumdag, Kholimin, mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga integritas profesi secara mutlak. Pengelolaan institusi ini dituntut berjalan profesional demi mempertahankan kepercayaan publik dan mencegah pemanfaatan aset untuk keuntungan personal yang dapat merugikan organisasi. Melalui sinergi lintas instansi, warga desa kini didorong untuk memanfaatkan pusat ekonomi baru ini sebagai wadah utama pemasaran produk lokal dan pemenuhan kebutuhan harian.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.