Ambarawa, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di balik lompatan omset Rp90 juta per bulan milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, terdapat satu modal tak kasat mata yang jauh lebih kuat dari uang: rekam jejak pengurus. Kepercayaan masyarakat yang sempat berada di titik nol berhasil berbalik total berkat figur kepemimpinan yang bersih, berintegritas, dan selesai dengan dirinya sendiri.
Saat berbadan hukum pada April 2025, koperasi ini sama sekali belum memiliki aset fisik maupun modal finansial yang memadai. Senjata utama yang digunakan untuk meyakinkan warga akar rumput agar mau menitipkan dana simpanan adalah profil para pengelolanya yang dinilai ceto (jelas) dan memiliki rekam jejak sosial yang nyata di tengah masyarakat.
Pensiunan PNS yang Mengakar di Masyarakat
Nakhoda utama KKMP Lodoyong dipegang oleh Tri Sasmiyarti, seorang mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pensiun pada tahun 2020 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang. Berbekal latar belakang pendidikan S2 dan pengalamannya sebagai aktivis parpol, ormas, serta praktisi pendidikan, figur Tri menjadi jaminan mutu bagi warga yang trauma pada kegagalan koperasi serba usaha masa lalu.
“Kalau pengurusnya ruwet, masyarakat tidak akan ada yang percaya. Memilih figur ketua itu harus yang jelas kiprahnya di kelompok masyarakat, kalau tidak punya itu ya mimpi saja,” tegas Tri Sasmiyarti.
Ketegasan kepemimpinan ini teruji saat pengurus dikritik dan diserang oleh pelaku UMKM serta pangkalan gas lokal yang takut tersaingi. Alih-alih mundur, rekam jejak Tri sebagai tokoh masyarakat yang kerap mengurus BPJS gratis bagi warga kurang mampu justru menjadi modal sosial untuk meredam konflik.
Integritas Pengurus Jadi Magnet Kemitraan Kakap
Profesionalisme pengurus yang digawangi oleh Tri Sasmiyarti (Ketua), Gunawan (Bendahara), Rintis (Sekretaris), Sarmin (Wakil Ketua Bidang Usaha), dan Bagus (Wakil Ketua Bidang Keanggotaan) terbukti ampuh di mata instansi eksternal. Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah bahkan memberikan rekomendasi khusus bagi KKMP Lodoyong karena dinilai tertib administrasi dan sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu.
Rekomendasi berbasis rekam jejak bersih inilah yang menjadi ‘karpet merah’ bagi koperasi untuk menggaet kemitraan langsung (MoU) tingkat tinggi dengan pabrik-pabrik raksasa seperti PT Mayora, PT Wings, hingga jaminan distribusi pangan dari Bulog dan Pertamina. Integritas pengurus yang menolak berspekulasi harga dan tetap konsisten menjual gas LPG sesuai HET resmi Rp18.000 menjadi bukti bahwa modal rekam jejak mampu melahirkan tata kelola bisnis yang sehat tanpa perlu bersandar pada kemewahan fasilitas gedung.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.