Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

BUMDes · 17 Mei 2026 11:07 WIB ·

Siasat Kemendes Kepung Rentenir Lewat Koperasi Desa di NTT


					Momen kunjungan Mendes PDT Republik Indonesia Yandri Susanto di BUMDES Nifoleu Kupang,(Dok, istimewa) Perbesar

Momen kunjungan Mendes PDT Republik Indonesia Yandri Susanto di BUMDES Nifoleu Kupang,(Dok, istimewa)

Kupang, Nusa tenggara Timur [DESA MERDEKA] Kementerian Desa mengambil langkah radikal untuk memberantas praktik rentenir dan kelangkaan bahan pokok di wilayah pelosok. Saat melakukan kunjungan kerja di Desa Nifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (15/5/2026), Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai alat pemerataan ekonomi baru dari bawah.

Langkah ini diambil sebagai respons atas ketimpangan ekonomi nasional, di mana sebagian besar kekayaan negara hanya dikuasai oleh segelintir kelompok. Lewat Kopdes, sistem kredit perbankan seperti BRI dan BNI dengan bunga rendah akan diintegrasikan langsung di tingkat desa demi memberantas kemiskinan ekstrem.

Pengenalan Produk Gerai Bumdes Nifoleu

Aliran Cuan Baru untuk Kas Desa
Mendes Yandri memaparkan skema perputaran modal Kopdes yang diyakini menguntungkan masyarakat lokal. Dari seluruh perputaran bisnis dan pengelolaan kredit di lembaga tersebut, sebanyak $20\%$ keuntungan akan langsung dipotong untuk masuk ke dalam kas desa sebagai PADes, sementara $80\%$ sisanya dikembalikan penuh ke masyarakat setempat.

“Kopdes merupakan alat untuk pemerataan ekonomi, karena banyak rentenir, pupuk sulit didapat, gas LPG, dan sembako juga susah. Maka Pak Presiden melalui Asta Cita ke-6 membangun dari desa,” jelas Yandri di aula kantor Desa Nifuleo. Ia juga menjamin bahwa pengalihan sebagian fungsi pengelolaan Dana Desa untuk program pusat seperti jalan produksi, sawah, atau Kopdes, sama sekali tidak akan memotong pagu anggaran desa satu rupiah pun.

Momen kunjungan Mendes PDT Republik Indonesia Yandri Susanto di BUMDES Nifoleu Kupang,(Dok, istimewa)

Bidik Pasar Ekspor Wisata Bahari dan Rumput Laut
Selain penguatan sektor permodalan, Kemendes melirik potensi eksotis wisata bahari Desa Nifuleo yang selama ini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sektor ini diyakini mampu menghidupkan geliat UMKM lokal. Namun, Yandri mengingatkan bahwa akses jalan yang rusak menuju lokasi wisata harus segera dibenahi secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemprov NTT, dan Kementerian PU.

Tidak berhenti di sektor pariwisata, sektor kelautan juga mendapat angin segar. Kemendes berjanji untuk menyuntikkan bantuan bagi budidaya rumput laut di dua desa di Kabupaten Kupang. Melalui program khusus bernama “Desa Ekspor”, kementerian berkomitmen membuka gerbang pasar internasional secara langsung bagi para petani rumput laut lokal agar mereka tidak lagi tergantung pada rantai tengkulak kota.

Untuk merealisasikan janji-janji tersebut, Menteri Desa meminta para kepala desa di NTT tidak pasif. Warga dan pamong desa didorong untuk segera aktif menyusun proposal pembangunan dan berkoordinasi dengan jaringan dewan di kabupaten agar bantuan modal serta infrastruktur dari pusat bisa segera diturunkan ke lapangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Embung Kampung Jadi Mesin Uang Desa Tanjung Meranti

16 Mei 2026 - 14:40 WIB

BUMDes Jiko Banau Cetak Uang Lewat Udang Vaname

16 Mei 2026 - 06:32 WIB

Desa Lifuleo Jadi Kiblat Baru Ekonomi Mandiri NTT

15 Mei 2026 - 21:59 WIB

Belajar dari Ponggok: Mengapa Desa Tak Perlu Saling Contek Bisnis?

3 Mei 2026 - 10:24 WIB

Juara Desa Magetan: Mesin Uang Terancam Jalan Rusak

1 Mei 2026 - 18:23 WIB

Matinya Ratusan Ayam BUMDes Malaka: Siapa yang Salah?

22 April 2026 - 09:35 WIB

Trending di BUMDes