Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 8 Mei 2026 03:57 WIB ·

Bupati Toba Ngantor di Desa: Jemput Bola Layanan Publik


					Bupati Toba Ngantor di Desa: Jemput Bola Layanan Publik Perbesar

Toba, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Jarak dan birokrasi sering kali menjadi tembok penghalang bagi warga desa untuk mendapatkan hak dasarnya. Menjawab tantangan tersebut, Bupati Toba Effendi Napitupulu melakukan terobosan dengan memboyong kantor pemerintahan langsung ke tengah pemukiman warga. Program “Berkantor di Desa” ini sukses memberikan layanan kesehatan primer bagi ratusan masyarakat di Kecamatan Balige, Kamis (7/5/2026).

Langkah jemput bola ini bukan sekadar seremonial. Sebanyak 535 warga dari Desa Lumban Pea, Desa Lumban Pea Timur, dan Desa Tambunan Sunge memadati posko pelayanan. Antusiasme ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan warga akan akses kesehatan dan administrasi yang mudah dijangkau tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Deteksi Dini dan Integrasi Layanan Primer
Dinas Kesehatan Toba memberikan pelayanan komprehensif berdasarkan siklus hidup. Mulai dari 45 bayi yang mendapatkan imunisasi, pemeriksaan bagi 13 ibu hamil, hingga pengecekan kesehatan bagi 102 lansia. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat, hingga kadar gula darah.

“Kami juga menemukan dua warga yang dicurigai katarak dan langsung dirujuk ke RSUD Porsea. Selain itu, ada pemeriksaan IVA Test bagi perempuan usia subur,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddy Sibarani. Pelayanan ini memastikan bahwa masalah kesehatan warga desa terdeteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi kronis.

Realitas Infrastruktur: Listrik Padam Jadi Kendala
Meski disambut hangat, program ini mengungkap tantangan nyata pembangunan infrastruktur di desa. Pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) dari Disdukcapil sempat terhenti selama beberapa jam akibat pemadaman listrik.

Bupati Effendi Napitupulu mengakui kendala tersebut sempat menghambat pengurusan KTP, KIA, dan BPJS. Namun, komitmen pelayanan tetap dilanjutkan meski harus lembur hingga malam hari. “Dengan turun langsung, persoalan warga bisa segera ditangani. Pelayanan kesehatan dan dokumen kependudukan memang menjadi yang paling diminati,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA