Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Angin segar transparansi bertiup kencang di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Inspektorat setempat secara resmi mengumumkan bakal membongkar rekam jejak pengelolaan Dana Desa (DD) Loleo, Kecamatan Obi Selatan. Tidak tanggung-tanggung, tim audit khusus diterjunkan untuk menyisir penggunaan anggaran selama empat tahun berturut-turut, mulai dari tahun anggaran 2022 hingga 2025.
Langkah berani ini dipicu oleh laporan resmi masyarakat yang didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut). Inspektorat menegaskan, pemeriksaan ini adalah instrumen resmi untuk membuktikan apakah uang rakyat telah digunakan sesuai mandat atau justru menguap dalam praktik penyimpangan.
Respon Cepat Inspektorat Atas Aduan Publik
Kepala Inspektorat Halmahera Selatan, Ilham Abubakar, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membiarkan isu miring mengenai pengelolaan dana desa berlarut-larut tanpa kepastian hukum. Menurutnya, audit khusus adalah instrumen resmi untuk membuktikan apakah tata kelola keuangan di Desa Loleo telah sesuai aturan atau justru terdapat penyimpangan yang merugikan negara.
“Dalam waktu dekat, tim audit khusus akan turun melakukan pemeriksaan terhadap Dana Desa Loleo mulai tahun 2022 sampai 2025 sesuai aduan yang masuk. Proses ini kami lakukan agar semuanya menjadi terang benderang,” ujar Ilham Abubakar kepada awak media di Labuha, Kamis (7/5/2026).
Ilham juga mengimbau agar warga Desa Loleo tidak sekadar menjadi penonton. Ia meminta masyarakat aktif mengawal proses audit ini demi menjamin objektivitas dan transparansi di lapangan. “Partisipasi masyarakat sangat penting agar tidak ada kecurigaan dan hasil audit benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya,” tambahnya.
Apresiasi dan Pengawalan Ketat LSM-KANe Malut
Langkah responsif dari Inspektorat Halsel ini mendapat apresiasi tinggi dari LSM-KANe Malut. Organisasi yang vokal menyuarakan hak-hak masyarakat ini menilai, keberanian Inspektorat untuk melakukan audit lintas tahun anggaran menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam memberantas potensi korupsi di tingkat desa.
Ketua LSM-KANe Malut, Risal Sangaji, menyatakan bahwa pihaknya telah lama memantau adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran di Desa Loleo. Ia menegaskan bahwa audit ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah upaya pengejaran keadilan bagi masyarakat desa yang menjadi sasaran utama manfaat dana tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada Inspektorat Halsel atas respon cepat ini. Namun, kami tegaskan bahwa pengawalan kami tidak berhenti di sini. LSM-KANe akan terus memantau proses audit hingga tuntas dan memastikan tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas Risal.
Desakan ke Jalur Hukum
Lebih jauh, Risal mewanti-wanti agar hasil audit tersebut memiliki implikasi hukum yang jelas jika terbukti ditemukan adanya kerugian negara atau pelanggaran administratif yang mengarah pada tindak pidana korupsi.
“Jika dalam hasil audit khusus nanti ditemukan adanya unsur penyalahgunaan anggaran yang merugikan keuangan negara, kami mendesak agar Inspektorat segera menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut ke Kejaksaan Negeri Labuha. Hukum harus tegak, dan oknum yang bermain dengan uang rakyat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” imbuh Risal.
LSM-KANe Malut berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan tata kelola desa di seluruh wilayah Halmahera Selatan. Audit khusus ini diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat desa, bukan pada kepentingan segelintir elite desa.
Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal dan laporan pengaduan masyarakat. Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya hasil audit resmi dari otoritas berwenang atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.