Sidoarjo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Balai Desa Buncitan yang biasanya menjadi tempat warga mengadu, mendadak berubah menjadi panggung tragedi. Minggu sore (3/5/2026), Kepala Desa Buncitan, Mujiono, ditemukan tidak bernyawa dalam posisi duduk di sofa ruang tunggu kantornya. Kematian sang pemimpin desa ini menyisakan tanda tanya besar bagi warga Sedati.
Penemuan jenazah bermula dari rutinitas sore M. Khozim, seorang petugas kebersihan balai desa. Sekitar pukul 16.00 WIB, Khozim mendapati sepeda motor Mujiono terparkir di halaman dan pintu kantor yang terbuka—pemandangan yang tidak lazim di hari Minggu sore.

Kesaksian di Ruang Gelap
Khozim menceritakan bahwa saat memasuki lobi, lampu ruangan dalam kondisi padam. Ia sempat mengira sang kepala desa sedang beristirahat di sofa. Namun, setelah menyalakan lampu untuk memulai tugasnya, Khozim justru mendapati pemandangan yang mengerikan: seutas selang air melilit leher Mujiono.
“Saya mencoba membangunkan korban namun tidak ada respons. Lalu saya menyalakan lampu ruangan dan terkejut melihat korban meninggal dengan leher terlilit selang air,” ungkap Khozim dengan nada gemetar saat melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan polisi.
Jejak Sebelum Penemuan
Hal yang mengusik rasa ingin tahu publik adalah kehadiran tiga orang perangkat desa yang diketahui sempat beraktivitas di balai desa sejak Minggu siang. Khozim mengaku melihat kendaraan mereka di lokasi beberapa jam sebelum kejadian, namun semuanya sudah menghilang saat ia tiba untuk membersihkan kantor.
Aparat kepolisian dari Polsek Sedati bersama tim identifikasi Polres Sidoarjo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selang air yang ditemukan melilit leher korban telah diamankan sebagai barang bukti utama guna mengungkap motif di balik kejadian ini.
Menanti Kepastian Medis
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menutup rapat mengenai penyebab pasti kematian. Apakah ini murni tindakan mengakhiri hidup secara tragis atau terdapat unsur kekerasan yang melibatkan pihak lain? Jenazah kini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk proses otopsi menyeluruh.
Bagi warga Desa Buncitan, kejadian ini adalah pukulan telak. Balai desa yang seharusnya menjadi pusat pelayanan pembangunan kini diselimuti garis polisi. Warga kini hanya bisa menanti jawaban pasti dari tim dokter dan kepolisian sembari berharap stabilitas di desa mereka tidak ikut “padam” seiring kepergian sang pemimpin.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.