Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Harapan warga Desa Haitimuk untuk memiliki layanan digital yang transparan berubah menjadi polemik administratif yang pahit. Program pembuatan website desa tahun 2025 senilai Rp7,5 juta diduga mubazir setelah hasil pekerjaan tak kunjung diterima. Ironisnya, persoalan ini kini berbuntut panjang hingga menghambat pengajuan Dana Desa tahap satu tahun 2026.
Kepala Desa Haitimuk, Melius Nahak, membeberkan bahwa dana tersebut diambil oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PMD Malaka, Remigius Bria Seran, melalui sopirnya. Namun, hingga saat inspektorat menagih bukti pertanggungjawaban, tautan (link) website yang dijanjikan tak pernah sampai ke tangan pemerintah desa.
Intimidasi di Balik Tagihan Bukti
Keresahan pihak desa memuncak saat upaya konfirmasi justru dibalas dengan dugaan intimidasi. Melius mengaku mendapat tekanan melalui sambungan telepon setelah dirinya mencoba menagih kepastian proyek tersebut via WhatsApp. Pihak dinas berkilah bahwa uang tersebut telah dikembalikan, meski bukti fisik pengembaliannya masih dipertanyakan.
“Saat inspektorat minta bukti, kami tidak bisa pertanggungjawabkan. Ini sampai menghambat pengajuan Dana Desa tahun 2026,” tegas Melius. Penyerahan uang yang dilakukan secara tunai berdasarkan permintaan telepon berulang kali kini meninggalkan lubang besar dalam laporan keuangan desa.
Bantahan Dinas dan Nasib Digitalisasi Desa
Di sisi lain, Plt Kadis PMD Malaka, Remigius Bria Seran, membantah keras tudingan tersebut dan menyebut pernyataan kepala desa tidak benar. Ia mengklaim dana telah dikembalikan, meski informasi terakhir menyebutkan pengembalian baru bersifat janji.
Skandal ini menjadi preseden buruk bagi program digitalisasi desa di Kabupaten Malaka. Alih-alih mendorong keterbukaan informasi, anggaran yang bersumber dari rakyat justru terjebak dalam skema pengelolaan yang tidak transparan. Jika tidak segera dituntaskan, warga desalah yang paling dirugikan karena roda pembangunan di tingkat bawah terpaksa berhenti berputar akibat kemacetan administrasi.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.