Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Perempuan di Desa Loko Kalada kini bukan lagi sekadar pengurus dapur. Di bawah bendera kelompok usaha “Kreasi Bersama”, mereka berhasil mengubah pisang dan ubi yang awalnya dihargai murah di pasar menjadi produk stik bernilai jual tinggi. Inisiatif ini tidak hanya mendatangkan cuan bagi ibu rumah tangga, tetapi juga menjadi benteng ekonomi agar perputaran uang tidak lari keluar desa.
Marselina Wada, sosok di balik gerakan ini, menyadari bahwa menjual hasil bumi mentah sering kali merugikan petani karena biaya transportasi yang mahal. “Satu tandan pisang isi 10 sisir hanya laku Rp40.000 di pasar, belum potong biaya ojek. Dengan olahan, nilai jualnya melonjak berkali-kali lipat,” ujar Marselina yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Loko Kalada, Senin (30/3/2026).
Inklusi dan Kemandirian Ekonomi Lokal
Keunikan kelompok “Kreasi Bersama” terletak pada semangat inklusivitasnya. Marselina secara khusus merekrut ibu-ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas desa untuk terlibat aktif dalam produksi. Pola produksinya pun dirancang padat karya: bahan baku pisang, singkong, hingga talas dibeli langsung dari kebun warga sekitar.
Strategi ini terbukti ampuh mendorong ekonomi sirkular. Dengan menyerap bahan baku lokal, masyarakat tidak perlu lagi mencari pembeli ke luar desa, dan uang hasil penjualan tetap berputar di antara warga Loko Kalada sendiri.
Mimpi Rumah Produksi Modern
Meski saat ini produksi masih dilakukan secara tradisional, kelompok ini terus berupaya meningkatkan kualitas. Marselina bermimpi bisa meninggalkan penggunaan tungku dan minyak tanah untuk beralih ke peralatan produksi yang lebih higienis dan modern.
“Harapannya kami punya rumah produksi sendiri agar hasilnya lebih menarik pembeli,” ucapnya. Kehadiran peralatan yang memadai diyakini akan mempercepat proses pengolahan dan memperluas jangkauan pasar, sekaligus membuktikan bahwa produk desa mampu bersaing dengan kualitas standar industri.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.