Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 17 Agu 2023 22:48 WIB ·

Wamendes Kritik ASN: Jangan Jadi Penjajah Ekonomi dan Etos


					Wamendes Kritik ASN: Jangan Jadi Penjajah Ekonomi dan Etos Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Peringatan HUT ke-78 RI di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tidak hanya diisi dengan seremoni belaka. Wakil Menteri Desa, Paiman Raharjo, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Kantor Kemendes Kalibata, Kamis (17/8/2023), melontarkan kritik tajam mengenai “penjajahan gaya baru” yang sedang menggerogoti integritas abdi negara.

Mengenakan baju adat Palembang, Paiman menegaskan bahwa meski Indonesia tidak lagi dijajah secara fisik, bangsa ini masih terbelenggu secara ekonomi, teknologi, sosial, dan budaya. Sudut pandang ini menggeser narasi kemerdekaan dari sekadar perayaan masa lalu menjadi perjuangan melawan kelemahan internal organisasi.

Integritas yang “Bisa Dijual”
Dalam pidatonya, Paiman menyoroti realitas pahit di lingkungan ASN maupun swasta terkait lemahnya kejujuran dan karakter. Ia menilai integritas saat ini sering kali dikorbankan demi kepentingan sesaat, baik individu maupun kelompok.

“Kita sebagai bangsa memiliki karakter kejujuran, tapi hal ini bisa ‘dijual’ karena kepentingan kelompok. Kita masih kerap melempar tanggung jawab dan mengorbankan anak buah,” ujar Rektor Universitas Moestopo (Beragama) tersebut.

Kritik ini menyasar budaya kerja birokrasi yang cenderung mencari zona nyaman tanpa memedulikan nasib bawahan atau masyarakat luas. Paiman mengajak seluruh keluarga besar Kemendes untuk merenungi kembali makna abdi negara: sosok yang seharusnya melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani.

Desa Sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Menghubungkan etos kerja dengan visi besar kementerian, Paiman mengingatkan bahwa desa adalah tulang punggung perekonomian nasional. Lemahnya semangat kerja keras dan kerja cerdas di lingkungan aparatur akan langsung berdampak pada lambatnya pengentasan kemiskinan di wilayah pinggiran.

Kemendes PDTT sendiri telah mematok 18 tujuan dalam SDGs Desa sebagai komitmen mendukung program pemerintah pusat. Paiman meminta seluruh pegawai bekerja maksimal agar program yang disusun benar-benar efektif dan tepat sasaran, sejalan dengan semangat Membangun dari Pinggiran.

Apresiasi bagi Pengabdi Setia
Di sela-sela kritik membangunnya, Wamendes Paiman didampingi Sekjen Taufik Madjid memberikan penghargaan kepada mereka yang konsisten menjaga integritas. Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya disematkan kepada PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Penyematan secara simbolis dimulai dari Dirjen PEID, Harlina Sulistyorini, yang meraih penghargaan pengabdian 30 tahun. Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama yang diajak untuk kembali menghidupkan nilai gotong royong sebagai pondasi persatuan bangsa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT