Pesisir Selatan, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masa depan ekonomi Pesisir Selatan tidak lagi bertumpu pada sekadar menjual hasil alam mentah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini memacu strategi hilirisasi sebagai kunci utama untuk mendongkrak nilai tambah produk unggulan daerah. Langkah ini diambil guna memastikan kekayaan laut, perkebunan, dan pertanian di “Negeri Sejuta Pesona” tersebut memberikan keuntungan finansial yang jauh lebih besar bagi masyarakat lokal.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di MAN 3 Ranah Pesisir, Senin (16/3/2026), ditekankan bahwa potensi garis pantai yang panjang serta suburnya lahan pertanian harus dikelola dengan industri pengolahan. Tujuannya jelas: agar barang yang keluar dari Pesisir Selatan bukan lagi komoditas mentah, melainkan produk olahan dengan daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Memutus Rantai Ekonomi Tradisional
Penyelarasan program antara Pemprov Sumbar dan Pemkab Pesisir Selatan menjadi krusial untuk menghindari tumpang tindih anggaran. Fokus utama kini dialihkan pada optimalisasi dana Transfer ke Daerah (TKD) agar tepat sasaran pada proyek-proyek prioritas yang mendukung infrastruktur hilirisasi.
Pesisir Selatan dinilai memiliki modal ekonomi yang lengkap. Dengan penguatan sinergi lintas sektor, pemerintah ingin memastikan setiap hasil panen dan tangkapan nelayan tidak lagi mengalami fluktuasi harga yang merugikan akibat permainan spekulan, melainkan memiliki standar industri yang stabil.
Komitmen Integrasi Pembangunan
Apresiasi datang dari pemerintah kabupaten yang menegaskan komitmen serupa. Penyelarasan langkah konkret antara provinsi dan kabupaten diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah secara terintegrasi. Dukungan Pemprov Sumbar nantinya tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga fasilitasi dan pendampingan teknologi bagi pelaku usaha lokal.
Melalui dialog ini, hilirisasi bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan rencana aksi nyata. Ke depan, Pesisir Selatan diproyeksikan menjadi pusat industri berbasis produk unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan nilai jual komoditas daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.