Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 16 Mar 2026 09:01 WIB ·

Masjid Darul Huda Ubah Santunan Jadi Jembatan Sekolah


					Masjid Darul Huda Ubah Santunan Jadi Jembatan Sekolah Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ramadan di Masjid Darul Huda, Kecamatan Nanggalo, tidak lagi sekadar ritual berbagi amplop. Tahun ini, pengurus masjid mengambil langkah radikal dengan memetakan masa depan anak yatim piatu di lingkungannya. Bukan sekadar bantuan untuk baju Lebaran, masjid yang berlokasi di Jalan Wirasakti ini mulai mengintegrasikan santunan dengan misi pengentasan putus sekolah.

Pada penyaluran santunan Sabtu (14/3/2026) lalu, tercatat 60 anak menjadi penerima manfaat. Namun, sorotan utama tertuju pada data yang dikumpulkan pengurus: ditemukan empat anak berkebutuhan khusus dan dua anak yang telah putus sekolah di antara mereka.

Lebih dari Sekadar Kebutuhan Lebaran
Ketua Masjid Darul Huda, Muhammad Pathi, menegaskan bahwa bantuan ini adalah amanah rutin yang dilakukan tiga kali dalam setahun. Meskipun tujuan jangka pendeknya adalah memastikan anak-anak yatim bisa tersenyum saat Idul Fitri, visi jangka panjangnya jauh lebih ambisius.

“Harapan kami santunan ini bermanfaat untuk kebutuhan Lebaran, namun lebih dari itu, kami melihat ada tanggung jawab moral terhadap kelangsungan hidup mereka,” ujar Pathi, Senin (16/3/2026).

Transformasi Menjadi Masjid Ramah Anak
Koordinator Penyaluran Santunan, Wanda Leksmana, mengungkapkan bahwa Masjid Darul Huda sedang bertransformasi menjadi pusat solusi sosial melalui konsep Masjid Ramah Anak. Temuan adanya anak putus sekolah tidak akan dibiarkan menjadi statistik semata.

Pihak masjid bertekad menjalin kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memfasilitasi pendidikan kesetaraan bagi anak-anak tersebut. Dengan skema ini, masjid berfungsi sebagai kurator yang menyambungkan anak yatim dengan akses pendidikan formal maupun non-formal yang selama ini terputus karena kendala biaya atau situasi keluarga.

Pola ini menunjukkan bahwa masjid di daerah urban seperti Nanggalo mulai meninggalkan gaya manajemen tradisional dan beralih ke pemberdayaan masyarakat yang lebih terukur dan solutif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Halal Bi Halal PAWON SEMAR 2026 Meriah, Dihadiri Ratusan Wong Semarang Se-Jabodetabek

10 Mei 2026 - 12:23 WIB

Tani Merdeka Salatiga Ubah Pola Pikir Bantuan Jadi Kemandirian

4 Mei 2026 - 09:28 WIB

Demokrasi Berkualitas Mulai dari Kesadaran Politik Warga Desa

2 Mei 2026 - 17:25 WIB

Jalan Pintas Talenta Desa Bekasi Menuju Piala Presiden

2 Mei 2026 - 11:44 WIB

Jurus Pebayuran Melawan Modernisasi: Pencak Silat Jadi Benteng Pemuda

2 Mei 2026 - 10:33 WIB

Narkoba dan Stunting di Sumbar Mengkhawatirkan, Isu LGBT Masih Jadi Perdebatan

30 April 2026 - 22:51 WIB

Trending di SOSBUD