Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 4 Mar 2026 16:38 WIB ·

KDAW Jombang: Sudiro Pastikan Izin Lengkap


					KDAW Jombang: Sudiro Pastikan Izin Lengkap Perbesar

​JOMBANG, Jawa Timur [Desa Merdeka] – Teka-teki kelanjutan pemilihan Kepala Desa Antar-Waktu (KDAW) di Jombang menemui titik terang. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengumumkan seluruh izin dari Forkopimda telah turun per 3 Maret 2026.

​Kepala DPMD Jombang, Sudiro Setiono, menegaskan bahwa kepastian ini menjadi lampu hijau bagi desa untuk segera bergerak. “Per 3 Maret izin dari Forkopimda seluruhnya sudah lengkap,” ujar Sudiro.

​Koordinasi Lintas Pimpinan

​Sudiro tidak ingin ada keraguan di tingkat desa. Ia segera membawa hasil perizinan ini ke level pimpinan daerah guna sinkronisasi tahapan.

​”Di internal kami akan koordinasi dengan Pak Sekda dan Abah Bupati untuk memberi kepastian proses ini segera berjalan sesuai tahapan. Biar desa juga tidak ragu-ragu,” jelasnya.

​Menurutnya, koordinasi ini penting agar pemerintah desa memiliki landasan yang kuat dalam menyusun Musyawarah Desa (Musdes). DPMD juga segera mengirim surat resmi ke pihak kecamatan sebagai instruksi lanjutan.

​Kesiapan 10 Desa Terkait

​Tercatat ada 10 desa yang saat ini mengalami kekosongan kepemimpinan definitif. Namun, Sudiro membagi kesiapan mereka ke dalam dua kelompok berdasarkan urgensi dan anggaran.

​Desa dengan Kesiapan Cepat:

  • ​Pengampon (Kabuh) & Rejoslamet (Mojowarno)
  • ​Sidomulyo & Sudimoro (Megaluh)
  • ​Wangkalkepuh (Gudo) & Kampungbaru (Plandaan)
  • ​Sukorejo (Perak) & Kepuhkembeng (Peterongan)

​Desa dalam Pemantauan Anggaran:

  • ​Cukir (Diwek) & Keboan (Ngusikan)

​Kendala Anggaran P-APBD

​Khusus untuk Desa Cukir dan Desa Keboan, Sudiro memberikan catatan khusus. Faktor meninggalnya kepala desa yang relatif baru membuat kedua desa ini harus menyesuaikan siklus anggaran.

​”Kelihatannya (Cukir dan Keboan) belum siap. Kami menunggu tahapannya, terutama yang harus masuk P-APBD,” ungkap Sudiro.

​Sebaliknya, delapan desa lainnya yang saat ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) sudah menyatakan kesiapannya secara penuh. “Delapan desa tersebut sudah siap melaksanakan KDAW dalam waktu dekat sebagai bagian dari tahapan pemilihan,” pungkasnya.(*)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Panitia Perangkat Desa Kemlagigede dan Realitas Peri-Urban

29 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Menjaga NKRI dari Mushola Desa di Kaki Perbukitan Ponorogo

19 Oktober 2026 - 09:10 WIB

​Sambut Sumpah Pemuda, IPP Bhirawa Yudha Bersama Pemdes Bancar Gelar Jalan Santai

19 Oktober 2026 - 09:06 WIB

El Niño Godzilla Kepung Banyumas, 76 Ribu Jiwa Krisis Air

9 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Redam Sengketa, Pemkab Tanbu Pasang Pilar Batas Kusan Hulu Kuranji

8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sinergi Tiga Pilar Pebayuran Pasca-Pilkades di HUT TNI

5 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Trending di KABAR DESA