Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi merilis “jurus jitu” untuk menangkal kemacetan parah selama mudik Lebaran 2026 (1447 H). Fokus utamanya adalah sterilisasi jalur utama dari kendaraan berat dan penerapan sistem satu arah (one way) di kawasan ikonik Lembah Anai. Kebijakan ini diambil Gubernur Mahyeldi Ansharullah untuk menjamin durasi perjalanan masyarakat tidak habis terjebak macet.
“Kita ingin memastikan perjalanan masyarakat aman dan lancar. Pengaturan lalu lintas ini adalah langkah antisipatif menghadapi lonjakan volume kendaraan,” ujar Mahyeldi di Padang.
Dua Jalur Utama “Haram” bagi Truk Besar
Mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026, operasional angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih resmi dibatasi. Larangan ini berlaku di dua urat nadi transportasi Sumbar:
- Jalur Padang–Solok–Kiliran Jao (Batas Jambi).
- Jalur Padang–Bukittinggi (Batas Riau via Lima Puluh Kota).
Pembatasan ini menyasar kendaraan pengangkut CPO, hasil tambang, dan bahan bangunan. Namun, kendaraan pengangkut sembako, BBM, pupuk, dan pakan ternak tetap diberikan lampu hijau untuk beroperasi demi menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Skema Satu Arah di Lembah Anai
Khusus di kawasan Lembah Anai, Dinas Perhubungan Sumbar akan menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah berbasis waktu. Jalur ini juga dipastikan buka 24 jam mulai H-10 hingga H+10 Lebaran untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor.
Berikut jadwal One Way di Lembah Anai:
- Pukul 10.00 – 14.00 WIB: Arus satu arah dari Padang menuju Padang Panjang.
- Pukul 14.00 – 18.00 WIB: Arus satu arah dari Padang Panjang menuju Padang.
“Setiap pergantian waktu, kami terapkan clearance time atau waktu steril. Petugas akan memastikan jalan benar-benar kosong sebelum arus dari arah berlawanan dibuka,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani.
Tips Mudik Nyaman di Sumbar
Pemerintah mengimbau pemudik untuk memantau jam keberangkatan agar tidak terjebak dalam waktu sterilisasi jalan. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama agar tradisi pulang kampung tahun ini tidak berubah menjadi drama kemacetan panjang di tanjakan Sitinjau Lauak maupun tikungan Lembah Anai.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.