Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 5 Mar 2026 09:59 WIB ·

Sumbar Bukan Lagi Perlintasan: Desa Kini Target Narkoba


					Sumbar Bukan Lagi Perlintasan: Desa Kini Target Narkoba Perbesar

Sawahlunto, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sumatera Barat (Sumbar) kini menghadapi alarm merah peredaran narkotika. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa Ranah Minang telah bergeser status; dari sekadar jalur perlintasan kurir menjadi target pasar utama yang menyasar hingga ke pelosok desa dan nagari. Tren ini menandai ancaman nyata bagi ketahanan sosial dan masa depan generasi muda di Sumatera Barat.

“Sumbar tidak lagi hanya tempat lewat. Kita sudah menjadi sasaran peredaran. Ini peringatan serius bagi kita semua,” tegas Mahyeldi saat Safari Ramadan di Masjid Agung Nurul Islam, Sawahlunto, Selasa (3/3/2026). Fakta ini diperkuat dengan pengungkapan kasus sabu seberat 6,4 kilogram hanya dalam waktu satu bulan, yang berpotensi merusak lebih dari 60 ribu jiwa.

Strategi Nagari Bersinar: Benteng di Akar Rumput
Menyikapi pola peredaran yang kian masif dan terstruktur, pemerintah provinsi mendorong gerakan “Nagari Bersinar” (Bersih dari Narkoba). Program ini bukan sekadar slogan, melainkan instruksi bagi bupati dan wali kota untuk memantau indikasi peredaran hingga ke level paling bawah. Pencegahan kini harus dilakukan secara konsisten dan terkoordinasi agar narkotika tidak merusak fondasi masyarakat di pedesaan.

Kepala Kesbangpol Sumbar, Mursalim, menambahkan bahwa edukasi berbasis kearifan lokal menjadi kunci. Keterlibatan aktif Wali Nagari, Niniak Mamak, dan tokoh masyarakat sangat krusial untuk melakukan pemantauan lingkungan. Relawan anti-narkoba di setiap nagari diminta tidak ragu melaporkan indikasi mencurigakan kepada aparat berwenang guna memutus rantai distribusi sejak dini.

Menyelamatkan Generasi dari Ancaman Laten
Kekhawatiran utama pemerintah terletak pada dampak jangka panjang bagi remaja. Narkotika dinilai sebagai pelemah ketahanan nasional yang paling efektif karena menghancurkan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dan kekuatan adat, Sumbar berkomitmen memperkuat benteng sosial demi menyelamatkan generasi masa depan dari jerat barang haram tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hasil Reses DPRD Sumbar: Penentu Alokasi Pembangunan Nagari

29 April 2026 - 20:08 WIB

Langkah Berani DPRD Sumbar Amankan Anggaran Pembangunan Desa

29 April 2026 - 17:08 WIB

Seribu Konten Kreator Siap Sulap Jateng Jadi Desa Wisata

29 April 2026 - 01:15 WIB

Rapor LKPJ Sumbar versi DPRD: Proyek Gagal dan Pendapatan Meleset

28 April 2026 - 20:40 WIB

Premanisme Berseragam Dishub Halmahera Selatan Coreng Wajah Birokrasi

28 April 2026 - 20:05 WIB

Otonomi Daerah Harus Jadi Mesin Sejahtera Rakyat Desa

28 April 2026 - 13:37 WIB

Trending di PEMDA