Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

POLITIK · 19 Feb 2026 01:08 WIB ·

Aktivis Perempuan Elsa Rosmiati Pimpin Militansi Banteng di Pangatikan


					Elsa Rosmiati, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pangatikan Perbesar

Elsa Rosmiati, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pangatikan

Garut, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Di tengah dominasi figur maskulin dalam peta politik Kabupaten Garut, nama Elsa Rosmiati muncul membawa warna baru. Sosok yang tumbuh dari rahim pergerakan ini kini memegang tongkat komando sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pangatikan. Elsa membuktikan bahwa politik bagi perempuan harus lebih dari sekadar “pemanis” surat suara.

Perjalanan politik Elsa merupakan metamorfosis dari seorang aktivis sosial yang kerap berjibaku mengadvokasi hak perempuan dan anak di pelosok Garut. Baginya, masuk ke dalam sistem partai adalah jalan paling realistis untuk memastikan suara kaum marjinal tidak hanya menjadi catatan kaki, tetapi dieksekusi menjadi kebijakan nyata.

Mengubah Paradigma Mesin Partai
Sebagai Ketua PAC, Elsa melakukan reposisi radikal. Ia menolak keras jika struktur partai hanya dipanaskan saat musim Pemilu tiba. Di bawah kepemimpinannya, kantor PAC di tingkat kecamatan didorong menjadi rumah aspirasi yang aktif sepanjang tahun.

“Karier politik saya adalah perpanjangan tangan dari aktivisme. Di PDI Perjuangan, saya punya ruang memastikan suara perempuan Pangatikan dieksekusi dalam kebijakan,” tegas Elsa.

Menurutnya, kekuatan politik sejati tidak lahir dari gedung megah, melainkan dari ketukan pintu dan jabat tangan hangat di setiap rumah warga. Inilah yang menjadi alasan Elsa untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat yang paling mikro: Anak Ranting di tiap RW.

Anak Ranting: Mata dan Telinga Rakyat
Elsa menginstruksikan seluruh kader untuk mengubah pola pikir. Baginya, pemasangan atribut partai seperti bendera dan baliho adalah hal nomor dua. Fokus utamanya adalah kehadiran kader sebagai pemberi solusi atas permasalahan warga di lapangan.

Kader di tingkat Anak Ranting diposisikan sebagai ujung tombak yang paling memahami realitas sosial di lingkungan terkecil. “Mereka adalah mata dan telinga partai. Saya instruksikan kader hadir menjadi solusi atas permasalahan warga di sekitarnya,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Dengan struktur yang solid hingga akar rumput, Elsa optimistis gerbong PDI Perjuangan di Pangatikan akan bergerak dalam satu rampak barisan. Strategi “politik kehadiran” yang ia usung diharapkan mampu memenangkan hati rakyat melalui kerja-kerja kemanusiaan yang nyata dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Ziarah Mohammad Yamin: Misi Senior PP Perkuat Solidaritas Organisasi

12 April 2026 - 06:03 WIB

Slogan Perempuan Mengabdi: Anggi Putri Warnai Kursi BPD Bantarjaya

28 Maret 2026 - 15:22 WIB

Meja Bukber Jadi Ruang Rekonsiliasi Pemuda Papua Barat Daya

19 Maret 2026 - 09:29 WIB

Trending di POLITIK