Sumenep, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di tengah riuh bursa Bakal Calon Kepala Desa (Bacalon Kades) Ketupat, Kecamatan Raas, muncul satu nama yang membawa narasi segar: Busairi. Mantan Sekretaris Desa yang juga lama berkecimpung di dunia pendidikan ini, menawarkan konsep kepemimpinan yang lebih membumi. Baginya, pemerintah desa harus hadir di setiap sudut kehidupan warga, mulai dari pematang sawah hingga luasnya lautan.
Busairi hadir dengan visi besar bertajuk “Desa Ketupat Berjaya.” Ia menegaskan bahwa ambisinya bukan sekadar memburu kursi kekuasaan, melainkan sebuah panggilan untuk membenahi manajemen desa agar lebih profesional dan berdampak langsung pada kantong masyarakat.
“Pemerintah desa harus hadir hingga ke sawah, kandang, laut, sampai ke rumah warga. Kita butuh kerja nyata, bukan hanya janji,” ungkap Busairi dalam pernyataannya, Selasa (17/2/2026).
Memandirikan Ekonomi dari Tiga Sektor Utama
Fokus utama Busairi terletak pada penguatan ekonomi akar rumput. Ia memandang sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah tiga tulang punggung utama Desa Ketupat yang selama ini butuh keberpihakan nyata.
Rencananya, pemerintah desa ke depan tidak hanya memberikan bantuan simbolik, tetapi juga memfasilitasi rantai produksi hingga distribusi hasil panen dan tangkapan nelayan. Melalui optimalisasi BUMDes dan pembinaan UMKM, ia bertekad membuka akses pasar yang lebih luas bagi warga Ketupat.
Pendidikan: Investasi Jangka Panjang Desa
Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah dan pendidik di berbagai lembaga (seperti MI Nurul Ummah dan SMA Islam Baiturrahman), Busairi memiliki kepekaan tinggi terhadap masa depan anak muda. Baginya, tidak boleh ada satu pun anak di Desa Ketupat yang putus sekolah.
Ia percaya bahwa pendidikan—baik formal, nonformal, maupun keagamaan—adalah kunci utama transformasi desa. “Pendidikan adalah jalan panjang untuk mengubah desa. Anak-anak Ketupat harus punya kesempatan yang sama untuk sukses,” tuturnya.
Reformasi Layanan Kesehatan dan Peran Pemuda
Busairi juga menyoroti pentingnya akses kesehatan yang manusiawi. Ia berencana menghidupkan kembali posyandu secara maksimal untuk memerangi masalah gizi dan menjamin warga rentan mendapatkan bantuan medis yang cepat.
Di sisi lain, ia ingin merangkul energi anak muda. Pemuda Desa Ketupat dijanjikan ruang kreatif melalui penyediaan fasilitas olahraga, pelatihan kewirausahaan, hingga integrasi teknologi informasi untuk transparansi pelayanan publik.
Moralitas Sebagai Kompas Kepemimpinan
Dengan rekam jejak sebagai Ketua PPK Raas hingga Sekdes periode 2017–2022, Busairi membawa modal sosial yang kuat. Namun, ia menekankan bahwa semua rencana tersebut akan sia-sia tanpa landasan moral yang jujur.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh agama, pemuda, hingga perantau—untuk berkolaborasi membangun Desa Ketupat sebagai rumah bersama yang bersih dan religius. “Desa Ketupat akan berjaya dalam bukti dan karya nyata,” pungkasnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.