Balitata, Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Desa Balitata di Kecamatan Gane Barat kini tengah berselimut suasana syahdu menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, tahun ini ada yang berbeda. Kegelisahan warga soal kenaikan harga bahan pokok di pasar seolah luruh berganti senyum syukur saat bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara tiba tepat waktu, Senin (16/2/2026).
Penyaluran bantuan ini menjadi “angin segar” bagi ekonomi rumah tangga di pelosok Halmahera Selatan. Dengan stok pangan yang kini tersimpan di dapur, warga bisa lebih fokus menyiapkan aspek spiritual tanpa harus terbebani pikiran soal harga beras yang biasanya melonjak menjelang hari pertama puasa.
Kejutan Manis untuk Dapur Warga
Sebanyak 55 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Desa Balitata menerima paket yang cukup untuk mengamankan kebutuhan sahur dan buka puasa selama beberapa pekan. Setiap keluarga membawa pulang 20 kilogram beras Bulog dan 4 liter minyak goreng.
Kepala Desa Balitata, Hariyadi Sangaji, menyebut bantuan ini sebagai bentuk dukungan moral yang luar biasa. “Bantuan ini sangat membantu meringankan beban ekonomi, sehingga warga kami dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan penuh suka cita,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.
Transparansi di Bawah Kepemimpinan Sangaji
Di balik suksesnya distribusi ini, ada peran kepemimpinan desa yang kuat. Penyaluran bantuan yang dilakukan secara terbuka dan tepat sasaran mendapat pujian dari tokoh masyarakat setempat. Hariyadi Sangaji dinilai berhasil membangun sistem koordinasi yang rapi dengan pemerintah provinsi, memastikan bantuan jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Kerja keras sang kepala desa dalam memperjuangkan kesejahteraan warga dianggap sebagai bukti nyata kepemimpinan yang amanah. Kedekatan Hariyadi dengan masyarakat membuat proses birokrasi yang biasanya kaku menjadi terasa lebih kekeluargaan dan menyentuh.
Optimisme di Ambang Bulan Suci
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Desa Balitata ini menciptakan ketenangan sosial. Bagi warga Balitata, bantuan ini lebih dari sekadar karung beras dan botol minyak; ini adalah simbol kehadiran negara di tengah-tengah perjuangan mereka.
Kini, dengan perut yang tenang dan dapur yang terisi, masyarakat Desa Balitata bersiap melangkah menuju fajar pertama Ramadhan dengan optimisme baru dan hati yang lapang.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.