Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 15 Feb 2026 03:38 WIB ·

Puding Bayam Liar Mojokerto: Solusi Murah Cegah Stunting Anak


					Puding Bayam Liar Mojokerto: Solusi Murah Cegah Stunting Anak Perbesar

Mojokerto, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka tanaman yang sering tumbuh sembarangan di pekarangan rumah bisa menjadi “senjata” ampuh melawan stunting? Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 27 baru saja melakukan terobosan kreatif di Desa Parengan, Mojokerto, dengan menyulap bayam liar menjadi puding bergizi tinggi untuk balita, Sabtu (7/2/2026).

Langkah inovatif ini menyasar para ibu muda di Dusun Gondang sebagai upaya menyediakan asupan zat besi dan vitamin tanpa harus merogoh kocek dalam. Bayam liar, yang selama ini kerap diabaikan, ternyata memiliki kandungan nutrisi setara sayuran premium jika diolah dengan cara yang tepat.

Inovasi Rasa yang Disukai Anak
Masalah utama pemberian sayur pada balita adalah rasa yang cenderung hambar atau pahit. Mahasiswa UMG memecahkan kebuntuan tersebut dengan memilih format puding. Tekstur yang lembut dan rasa yang manis membuat anak-anak lebih mudah menerima asupan zat besi, serat, dan vitamin tanpa merasa sedang “dipaksa” makan sayur.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat potensi di sekitar lingkungan. Bayam liar bukan sekadar rumput, tapi sumber gizi yang melimpah jika kita kreatif mengolahnya,” ujar perwakilan mahasiswa Kelompok 27 di sela kegiatan Posyandu Matahari.

Edukasi Praktis untuk Ibu Muda
Kegiatan ini tidak hanya sekadar sosialisasi teori, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pola makan sehat berkelanjutan. Antusiasme ibu-ibu di Balai Dusun Gondang terlihat saat sesi diskusi mengenai kemudahan mendapatkan bahan baku dan cara pembuatan yang sangat sederhana.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Janatun Na’imah, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa strategi ini adalah langkah preventif stunting yang paling masuk akal bagi masyarakat desa. “Dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan lokal mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri tanpa bergantung pada produk pabrikan yang mahal,” tuturnya.

Melalui program Pengabdian Kegiatan Masyarakat (PKM) ini, Desa Parengan diharapkan mampu menjadi contoh desa mandiri pangan yang sadar gizi. Mahasiswa UMG berhasil membuktikan bahwa solusi kesehatan nasional bisa dimulai dari inovasi dapur rumah tangga yang memanfaatkan kekayaan alam sekitar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mencetak Generasi Kritis: Investasi Karakter dari Akar Rumput

10 Mei 2026 - 21:25 WIB

Hardiknas di Wonosalam: Saat Aparat Patungan Demi Sepatu Siswa

7 Mei 2026 - 21:24 WIB

Rumus Kepercayaan Anies Baswedan: Senjata Pemuda Membangun Desa

7 Mei 2026 - 13:03 WIB

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi

5 Mei 2026 - 09:42 WIB

BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi, Bagikan Alat Tulis ke Siswa SDN 104 Langensari Bandung

4 Mei 2026 - 09:18 WIB

Matikan TV Jauhkan Gawai: Budaya Baru Desa Banjaran

4 Mei 2026 - 05:15 WIB

Trending di PENDIDIKAN