Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 15 Feb 2026 00:31 WIB ·

Ibu PKK Gorontalo Sulap Rumah Warga Jadi Hotel Nasional


					Ibu PKK Gorontalo Sulap Rumah Warga Jadi Hotel Nasional Perbesar

Gorontalo [DESA MERDEKA] Kabupaten Gorontalo sedang bersiap menjadi tuan rumah bagi ribuan pasang mata dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Alih-alih mengandalkan hotel berbintang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo mengambil langkah “berdikari” dengan menyulap ribuan rumah warga di lima kecamatan menjadi homestay berstandar nasional.

Di bawah komando Hj. Maryam Sofyan Puhi, PKK kini bergerak menjadi kurator akomodasi. Mereka melakukan standardisasi ketat terhadap hunian warga guna memastikan kelayakan fasilitas, kebersihan, hingga keamanan. Strategi ini dianggap lebih efektif untuk menampung ribuan peserta sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat secara langsung.

“Kunci sukses akomodasi PENAS 2026 ada pada kesiapan tingkat desa. Kita memastikan homestay ini nyaman secara fisik dan kental dengan keramahan lokal,” tegas Maryam dalam rapat koordinasi di Aula Rumah Dinas Bupati, Jumat (13/2/2026).

Mencetak “Resepsionis” dari Dapur Sendiri
Sudut pandang menarik dari persiapan ini adalah edukasi hospitality massal yang dilakukan PKK. Para pemilik rumah tidak hanya diminta menyediakan kasur yang bersih, tetapi juga dibekali kemampuan pelayanan setara industri perhotelan namun tetap berbasis kearifan lokal.

Instruksi verifikasi langsung telah turun ke tingkat kecamatan hingga desa. Para kader PKK diinstruksikan menjadi motor penggerak agar warga siap menjadi tuan rumah yang representatif bagi tamu-tamu dari seluruh penjuru Indonesia.

Ekonomi Rakyat Berputar dari PENAS 2026
Pemanfaatan rumah warga sebagai akomodasi resmi bukan sekadar solusi teknis atas keterbatasan kamar hotel, melainkan upaya redistribusi pendapatan. Melalui skema ini, uang dari ribuan peserta PENAS akan langsung mengalir ke kantong-kantong penduduk di pedesaan, bukan ke jaringan hotel besar.

Dengan kolaborasi intensif antara pengurus kabupaten hingga desa, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis mampu menyajikan pengalaman menginap yang unik dan berkualitas. Ajang PENAS XVII 2026 pun diproyeksikan menjadi bukti nyata sinergi birokrasi dan partisipasi publik dalam menyukseskan agenda nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM