Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 3 Agu 2023 22:23 WIB ·

Wayang Kulit: Perekat Kerukunan Warga di Bersih Desa Tambakasri


					Wayang Kulit: Perekat Kerukunan Warga di Bersih Desa Tambakasri Perbesar

Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Lebih dari sekadar tontonan, pagelaran wayang kulit di Desa Tambakasri kini menjadi alat pemersatu warga. Menginjak usia ke-112, tradisi Bersih Desa rutin tahunan ini sukses menyulap Balai Desa menjadi pusat interaksi sosial yang mempererat kerukunan antar-elemen masyarakat di Kabupaten Malang bagian selatan.

Kehadiran Ki Dalang Dirjo Buwono dari Jember dengan lakon “Dewi Sriboyong” pada Senin (3/7/2023) menjadi puncak perayaan syukur atas limpahan nikmat Tuhan. Bagi warga Tambakasri, antusiasme menyaksikan wayang semalam suntuk bukan sekadar hiburan, melainkan wujud kepedulian terhadap akar budaya Nusantara yang masih tertanam kuat di jiwa masyarakat desa.

Tradisi Sebagai Wadah Kolaborasi Masyarakat
Kepala Desa Tambakasri, Ngateno, menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah kerukunan. Bersih Desa yang digelar setiap bulan Suro ini terbukti efektif menjadi wadah berkumpulnya warga, mulai dari tokoh masyarakat hingga jajaran Muspika Sumbermanjing Wetan, termasuk Camat, Kapolsek, dan perwakilan Koramil.

“Dengan adanya bersih desa ini bisa menjadi wadah kerukunan bagi masyarakat desa Tambakasri,” harap Ngateno. Kehadiran anggota Dewan Komisi III dan para kepala desa tetangga semakin menegaskan bahwa desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Dampit ini sukses membangun jejaring sosial yang solid melalui jalur kebudayaan.

Membangun Sejahtera Lewat Rasa Syukur
Tema “Membangun Desa Lebih Sejahtera” yang diusung tahun ini memberikan dimensi baru pada tradisi lama. Kesejahteraan tidak hanya dipandang dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kebersihan batin dan kekompakan warga dalam menjaga adat istiadat.

Letak geografis Tambakasri yang dikelilingi oleh Desa Kedungbanteng, Tambakrejo, Sidoasri, dan Tegal Rejo menjadikan tradisi Bersih Desa ini sebagai identitas pembeda yang memperkuat posisi desa dalam keberagaman budaya di Jawa Timur. Melalui wayang kulit, Desa Tambakasri membuktikan bahwa memajukan desa bisa dimulai dengan merawat harmoni dan rasa syukur warganya.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD