Atambua, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Belu tengah menyiapkan langkah radikal dalam menata birokrasi. Bukan lagi menumpuk tenaga di pusat kota, Pemkab Belu memutuskan untuk melakukan distribusi besar-besaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) langsung ke akar rumput.
Dalam pertemuan optimalisasi penugasan di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Belu, Rabu (11/02/2026), Penjabat Sekda Belu, Elly CH. Rambitan, mengungkap skenario baru: setiap desa di Kabupaten Belu akan diperkuat oleh 13 orang tenaga PPPK. Rinciannya, 10 orang ditugaskan mendukung kinerja kepala desa (baik penuh waktu maupun paruh waktu), serta 3 orang khusus sebagai pendamping Koperasi Merah Putih.
Langkah ini diambil untuk memastikan mesin pemerintahan desa tidak lagi berjalan sendirian dalam melayani masyarakat dan mengelola potensi ekonomi lokal.
Membedah Anjab dan ABK Demi Efisiensi
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDMD Kabupaten Belu, Aloysius Conzaga Klau, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasari atas bedah ulang Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Tujuannya jelas, yakni menghentikan penumpukan pegawai di unit yang tidak produktif dan mengalihkannya ke unit yang membutuhkan.
“Kita ingin memacu roda organisasi bekerja lebih maksimal. Distribusi tenaga ke desa-desa ini adalah strategi utama untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendampingan langsung di lapangan,” ujar Aloysius.
Kasubag Umum Sebagai Penentu Kelancaran
Penjabat Sekda Elly Rambitan mengingatkan para Kepala Subbagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian di setiap perangkat daerah bahwa mereka adalah fasilitator kunci. Mereka diminta mengesampingkan ego sektoral dan segera menyelesaikan distribusi pegawai hari ini juga.
Kehadiran PPPK di desa-desa diharapkan tidak hanya sekadar mengisi kursi administrasi, tetapi menjadi penggerak ekonomi melalui pendampingan Koperasi Merah Putih. Dengan penugasan yang lebih terstruktur dan akuntabel, Pemkab Belu optimistis tata kelola pemerintahan akan menjadi lebih profesional dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga di pelosok desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.