Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KOPERASI DESA · 12 Feb 2026 00:09 WIB ·

Koperasi Merah Putih Margorejo: Dari Dana Desa Untuk Rakyat


					Koperasi Merah Putih Margorejo: Dari Dana Desa Untuk Rakyat Perbesar

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta [DESA MERDEKA] Koperasi desa kini bukan lagi sekadar pelengkap administrasi di kalurahan, melainkan jantung perputaran uang rakyat yang harus dijaga transparansinya. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Margorejo, Selasa (11/2/2026).

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, memberikan peringatan keras mengenai tanggung jawab moral pengelola. Mengingat modal awal koperasi ini bersumber dari dana desa, maka setiap rupiah yang dikelola wajib kembali memberikan manfaat nyata bagi warga Margorejo, mulai dari akses modal UMKM hingga stabilitas ekonomi keluarga.

“Koperasi Merah Putih ini lahir dari dana desa. Artinya, ini milik publik yang harus dikelola secara amanah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tegas Abdul Azis dalam forum yang dipimpin oleh Edy Triyanto tersebut.

Legalitas Formal dan Transformasi Digital
Momentum RAT kali ini terasa berbeda karena Koperasi Desa Merah Putih telah resmi mengantongi legalitas hukum melalui SK AHU Nomor AHU-0039583.AH.01.29 Tahun 2025. Sertifikat ini menjadi “tiket masuk” bagi koperasi untuk menjalin kemitraan strategis dengan sektor perbankan maupun swasta.

Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Walyana, mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah digitalisasi. Koperasi desa dituntut untuk tidak gagap teknologi jika ingin bersaing di ekosistem ekonomi modern.

“Koperasi yang sehat itu tidak cuma tertib pembukuan di atas kertas, tapi harus punya visi usaha berkelanjutan dan berani masuk ke ranah digital,” jelas Walyana.

Sekolah Demokrasi Ekonomi di Akar Rumput
Lebih dari sekadar bagi-bagi Sisa Hasil Usaha (SHU), RAT di Margorejo menjadi ajang pendidikan politik-ekonomi bagi warga. Di sini, anggota bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang punya suara untuk mengaudit laporan keuangan, menilai kinerja pengurus, hingga menentukan arah kebijakan organisasi secara kolektif.

Praktik baik di Margorejo ini membuktikan bahwa ekonomi gotong royong tetap menjadi “soko guru” yang relevan. Dengan legalitas yang kuat dan pengawasan langsung dari masyarakat, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi lokomotif kemandirian ekonomi yang mampu membawa dampak hingga skala regional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membangun Ekonomi dari Sela Gang Sempit Kelurahan Lodoyong

8 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Proyek Gerai KDMP Loofoun Telantar, Anggaran Macet Total

7 Juli 2026 - 19:29 WIB

KDKMP Sumbar Jadi Motor Ekonomi Desa Menuju Indonesia Emas

7 Juni 2026 - 15:58 WIB

Koperasi Merah Putih Sumbar: Pilar Ekonomi Desa Mandiri

7 Juni 2026 - 11:02 WIB

Motor Roda Tiga Dongkrak Koperasi Desa Merah Putih Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Trending di KOPERASI DESA