Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 9 Feb 2026 18:40 WIB ·

PMI Pulihkan Martabat Pidie Jaya Lewat 300 Sumur Bersih


					PMI Pulihkan Martabat Pidie Jaya Lewat 300 Sumur Bersih Perbesar

Pidie Jaya, DI Aceh [DESA MERDEKA] Pasokan air bukan sekadar urusan sanitasi, melainkan urusan martabat dan kesiapan ibadah. Menjelang bulan suci Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh melakukan langkah progresif dengan menyerahkan lebih dari 300 unit sumur air bersih kepada warga Kabupaten Pidie Jaya.

Program ini menjadi jawaban atas “dahaga” panjang masyarakat pascabencana yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gampong Geunteung, Kecamatan Meurah Dua, Minggu (8/2/2026), sebagai tanda pulihnya akses infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

Lebih dari Sekadar Membangun: Aksi Cuci Sumur
Sudut pandang menarik dari intervensi PMI kali ini adalah tidak hanya membangun sarana baru, tetapi juga memulihkan yang lama melalui Program Aksi Peduli Pembersihan Sumur. PMI menyadari bahwa banyak sumur warga yang tercemar endapan lumpur dan sisa bencana, sehingga tidak aman digunakan.

Hingga saat ini, sebanyak 54 unit sumur telah “dihidupkan kembali” melalui proses pembersihan intensif, meliputi:

  • Pengurasan total air kotor dan endapan lumpur.
  • Sterilisasi fisik dinding sumur.
  • Uji kelayakan keamanan air secara berkala.

“Air bersih adalah kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas ibadah. Kami ingin memastikan saat Ramadan tiba, warga tidak lagi dipusingkan oleh urusan air,” ujar Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri.

Pemulihan Ekonomi di Balik Infrastruktur
Selain manfaat kesehatan, PMI menerapkan strategi cash for work (padat karya) dalam pengerjaannya. Pelibatan relawan lokal dan aparatur gampong memberikan dampak ekonomi instan berupa kesempatan kerja bagi warga terdampak.

Geuchik Usman dari Gampong Geunteung, saat menerima penyerahan simbolis, mengapresiasi respons cepat PMI yang menyentuh akar masalah di desa. Ke depan, PMI bersama PMI Pidie Jaya akan melakukan edukasi pemeliharaan mandiri agar infrastruktur ini memiliki masa pakai yang panjang dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Menjaga Hutan Lewat Tradisi Krapyak Saparan di Bonosari

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Trending di SOSBUD