Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat tidak ingin hanya menjadi penonton dalam transisi energi global. Gubernur Mahyeldi Ansharullah secara tegas mematok target besar: menjadikan Bumi Minangkabau sebagai pilar utama Net Zero Emission Indonesia. Ambisi ini diperkuat dengan pelantikan pengurus Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Wilayah Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jumat (6/2/2026).
Gubernur Mahyeldi menempatkan METI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan “mitra strategis” untuk membongkar sumbatan pengembangan energi bersih di daerah. Fokus utamanya adalah mengonversi potensi alam yang melimpah menjadi pertumbuhan ekonomi riil bagi masyarakat lokal.
“Pengembangan energi terbarukan bukan cuma soal menyediakan listrik, tapi harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Barat,” tegas Mahyeldi saat memberikan arahan kepada pengurus baru.
Harta Karun Geothermal dan Target 2030
Sumatera Barat diketahui memiliki deposit energi panas bumi (geothermal) yang masif dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Potensi inilah yang menjadi “kartu as” bagi Sumbar untuk mendukung target nasional dalam menurunkan emisi hingga 43,20 persen pada tahun 2030.
Dr. Ir. Firman Hidayat, MT, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum METI Sumbar, memikul tanggung jawab besar untuk menjembatani kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan modal besar dalam industri energi terbarukan dapat masuk dengan skema yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci
Ketua Umum METI Pusat, Ir. Zulfan Zahar, ST, MM, yang turut hadir dalam pelantikan, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman sumber energi hijau mulai dari surya, air, angin, hingga bioenergi. Namun, potensi ini akan tetap terkubur jika tidak ada orkestrasi yang baik antar-pemangku kepentingan.
“Transisi energi adalah kerja kolosal. Butuh keterlibatan dunia usaha dan dukungan penuh pemerintah daerah agar target emisi nol bersih pada 2060 bukan sekadar mimpi,” ujar Zulfan.
Dengan terbentuknya kepengurusan METI di wilayah Sumbar, kini terdapat wadah resmi yang akan mengawal kebijakan energi bersih agar lebih membumi. Harapannya, kesejahteraan masyarakat Sumbar meningkat seiring dengan udara yang semakin bersih berkat pemanfaatan energi ramah lingkungan.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.