Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

OPINI · 3 Feb 2026 14:41 WIB ·

Ledakan Jurnal Ilmiah: Prestasi Akademik atau Sekadar Target Administratif?


					Ledakan Jurnal Ilmiah: Prestasi Akademik atau Sekadar Target Administratif? Perbesar

Opini [DESA MERDEKA] Supratiwi Amir S.Ds., M.Sn., Dosen Program Studi Desain komunikasi Visual ITK

Pertumbuhan jurnal ilmiah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir pantas menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan pendidikan tinggi, akademisi, dan pembaca luas. Ledakan jumlah publikasi ini di satu sisi mencerminkan dinamika akademik yang meningkat, namun di sisi lain menimbulkan pertanyaan penting: apakah lonjakan publikasi itu benar-benar mencerminkan prestasi ilmiah, atau justru sekadar pemenuhan target administratif?

Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar jurnal open access di dunia. Per Maret 2025, jumlah jurnal Indonesia yang terindeks di Directory of Open Access Journals (DOAJ) mencapai 2.473 judul, melampaui negara-negara lainnya. Perkembangan ini mencerminkan investasi besar lembaga akademik dan universitas terhadap publikasi ilmiah yang terbuka dan dapat diakses secara luas.

Fenomena serupa juga terjadi di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam pengelolaan dan kemunculan jurnal ilmiah seperti Specta, Pikat, Ismateck, dan salah satu yang akan hadir adalah jurnal Dekaverse di Prodi Desain Komunikasi Visual ITK. Bukan sekadar peningkatan jumlah jurnal, hal ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran sivitas akademika akan pentingnya publikasi ilmiah sebagai bagian integral dari tridarma perguruan tinggi.

Pertumbuhan jurnal ilmiah dapat dipahami sebagai respons atas dinamika kebijakan pendidikan tinggi yang menempatkan riset dan publikasi sebagai indikator kinerja utama. Dosen dan institusi didorong untuk tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan hasil riset tersebut terdokumentasi, tervalidasi, dan dapat diakses oleh publik ilmiah. Dalam konteks ini, jurnal ilmiah berperan sebagai ruang legitimasi keilmuan sekaligus sarana diseminasi pengetahuan.

Namun, fenomena ini tidak berdiri semata pada dorongan regulatif. Munculnya banyak jurnal khususnya di ITK juga menandai meningkatnya kapasitas akademik dan kepercayaan diri institusi dalam mengelola pengetahuan secara mandiri. Program studi mulai melihat jurnal bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai identitas keilmuan dan wadah penguatan ekosistem riset yang relevan dengan kebutuhan regional, khususnya Kalimantan sebagai kawasan strategis nasional.

Di sisi lain, pertumbuhan yang cepat ini menghadirkan tantangan serius, terutama terkait kualitas pengelolaan jurnal. Konsistensi penerbitan, mutu artikel, proses peer review, serta etika publikasi menjadi isu krusial yang tidak dapat diabaikan. Jurnal ilmiah bukan hanya soal terbit atau tidak, tetapi tentang kredibilitas, integritas akademik, dan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, fenomena menjamurnya jurnal perlu diiringi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan tata kelola jurnal, serta komitmen terhadap standar ilmiah nasional dan internasional. Kolaborasi dengan komunitas pengelola jurnal, pemanfaatan teknologi pengelolaan jurnal berbasis open access, dan budaya menulis yang sehat menjadi kunci agar kuantitas pertumbuhan sejalan dengan kualitas.

Pada akhirnya, meningkatnya jumlah jurnal ilmiah di Indonesia, khususnya di ITK, adalah sinyal positif bagi masa depan akademik institusi. Jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, jurnal-jurnal tersebut tidak hanya akan menjadi sarana publikasi, tetapi juga motor penggerak lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi berbasis riset yang berakar pada konteks lokal dan berdampak secara nasional. Namun, tantangan mutu publikasi tetap harus menjadi fokus utama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Kicau Mania Desa Gerakkan Triliunan Rupiah

23 Mei 2026 - 16:48 WIB

Jaga Jakarta Bersih dan Asri: Langkah Kecil untuk Masa Depan Kota

23 Mei 2026 - 13:18 WIB

Jurnalis Mendirikan Yayasan: Begini Cara Aman Hindari Konflik Kepentingan

19 Mei 2026 - 18:46 WIB

Desa Tak Pakai Dolar, Tapi Impor Membebani?

18 Mei 2026 - 21:06 WIB

Sengketa Plasma Tana Tidung: Masyarakat Desa Terjepit Bagi Hasil

10 Mei 2026 - 23:56 WIB

Senjakala Etalase Ekonomi Jombang: Dibalik Gemerlap Digital dan Ancaman Kemiskinan

10 Mei 2026 - 15:31 WIB

Trending di OPINI