Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Organisasi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Sendang resmi memasuki babak baru. Dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar di Balai Desa Dono, Sabtu (30/1/2026), Mulyo, S.T., Sekretaris Desa Nglutung, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Kecamatan Sendang periode 2026-2031.
Namun, di balik proses demokrasi yang berjalan mulus dengan dukungan bulat dari 11 desa, muncul pesan mendalam mengenai etika birokrasi desa. Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, memberikan peringatan keras kepada para perangkat desa muda agar tidak melupakan jasa para senior.
Menghormati Senior: Kunci Sejahtera Bersama
Dalam pidato yang penuh haru, ditegaskan bahwa kesejahteraan yang dinikmati perangkat desa saat ini, termasuk Penghasilan Tetap (Siltap), adalah buah keringat perjuangan para tokoh senior terdahulu.
“Saya berharap perangkat desa yang masih muda menghormati senior kita yang lebih tua. Perjuangan kolektif ini belum berakhir, dan pondasi yang kita injak sekarang adalah jasa mereka,” tegas pimpinan musyawarah dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.
Selain soal etika, Abdul Fatah juga menginstruksikan penguatan identitas organisasi. Seluruh perangkat desa diwajibkan mengenakan seragam batik dan pin PPDI setiap tanggal 17 sebagai simbol loyalitas dan kesiapan melayani masyarakat.
Rumah Besar di Bawah “Atap” Kepala Desa
Sudut pandang menarik lainnya dalam Muscam ini adalah analogi “Rumah Besar”. Meski PPDI merupakan organisasi profesi yang kuat, para pengurus diingatkan untuk tetap menjaga harmoni di lingkungan kerja. Kepala Desa diibaratkan sebagai “atap” yang harus dihormati dalam struktur pemerintahan desa.
“Penting bagi kita menjaga marwah organisasi tanpa melupakan posisi kita. Kepala Desa adalah atap bagi rumah besar kita semua,” tambah Fatah.
Komitmen Tanpa Sekat di Era Digital
Ketua terpilih, Mulyo, S.T., menyatakan kesiapannya merangkul seluruh perangkat desa tanpa memandang golongan. Di tengah tantangan digitalisasi yang kian kencang, ia berkomitmen menjadikan PPDI sebagai wadah yang solid agar tidak ada perangkat desa yang “berjalan sendirian” dalam memajukan wilayahnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran lintas sektoral, mulai dari Camat Sendang Novi Cahya Putranto, Kapolsek, Danramil, hingga perwakilan Perkumpulan Kepala Desa Indonesia (PKDI). Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa soliditas perangkat desa adalah kunci utama stabilitas pelayanan publik di tingkat akar rumput.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.