Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 29 Jan 2026 16:45 WIB ·

Jangan Ribut di Munas, Fokus Bangun Ekonomi Pancasila!


					Jangan Ribut di Munas, Fokus Bangun Ekonomi Pancasila! Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memberikan teguran sekaligus pesan menohok dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) V DPP APDESI 2026. Ia menegaskan agar forum tertinggi para kepala desa ini tidak terjebak dalam politik “gagah-gagahan” atau konflik internal, melainkan fokus menjadi mesin penggerak program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pesan ini disampaikan di hadapan ribuan pengurus desa di Operational Room Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Yandri mengingatkan bahwa energi para kepala desa terlalu mahal jika hanya habis untuk berselisih. Pasalnya, “kunci” keberhasilan swasembada pangan hingga pengentasan kemiskinan sepenuhnya berada di tangan pemerintah desa.

“Munas bukan untuk gagah-gagahan. Daripada ribut, lebih baik kita guyub. Kita bicara program, kita atur bagaimana supaya desanya hebat,” tegas Mendes Yandri.

Desa Sebagai Pusat Gravitasi Program Nasional
Mendes memaparkan bahwa desa kini bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama dari visi besar Presiden. Seluruh program unggulan pemerintah saat ini memiliki “alamat” di desa, mulai dari:

  • Makan Bergizi Gratis (MBG): Menggerakkan rantai pasok pangan lokal.
  • Kopdes Merah Putih: Reaktivasi ekonomi gotong royong di tingkat akar rumput.
  • Ketahanan Energi & Pangan: Menjadikan desa mandiri secara fundamental.
  • Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Penurunan angka stunting melalui intervensi langsung.

Ekonomi Pancasila: Tanpa Tawar-Menawar
Sejalan dengan hal tersebut, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir, menekankan bahwa Presiden Prabowo sangat setia pada mandat Ekonomi Pancasila. Ia menyebut kebijakan pemerintah saat ini tidak boleh ditawar dalam hal keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Kebijakan Bapak Presiden seluruhnya harus berpihak pada kepentingan rakyat yang banyak, tidak boleh tawar-menawar,” ujar Zulkifli. Menurutnya, APDESI memiliki peran vital sebagai mitra strategis lintas kementerian, mulai dari Kemendagri hingga Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Satu Komando Menuju Indonesia Emas
Penutupan pidato yang disambut tepuk tangan riuh ini menandai kesepakatan kolektif bahwa desa adalah pilar utama pertahanan ekonomi nasional. APDESI diminta bergerak dalam satu komando untuk memastikan distribusi kesejahteraan tidak terhambat oleh birokrasi atau konflik kepentingan di tingkat lokal. Jika sinergi ini berjalan, perubahan besar pada taraf hidup rakyat Indonesia diyakini akan terjadi secara masif dalam waktu dekat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN