Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 28 Jan 2026 10:09 WIB ·

Cegah Konflik Aset, Polisi Kawal Lelang Tanah Kas Desa


					Cegah Konflik Aset, Polisi Kawal Lelang Tanah Kas Desa Perbesar

Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Tanah Kas Desa (TKD) sering kali menjadi isu sensitif yang memicu gesekan di tingkat akar rumput. Mengantisipasi hal tersebut, Polsek Trucuk melakukan langkah proaktif dengan mengawal langsung Musyawarah Desa (Musdes) terkait pelaksanaan lelang tanah kas desa di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Rabu (28/01/2026).

Langkah “jemput bola” ini diambil untuk memastikan bahwa aset desa dikelola secara transparan dan akuntabel. Kehadiran Kapolsek Trucuk, AKP Mulyono, bersama Bhabinkamtibmas di tengah tokoh masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bukan sekadar formalitas keamanan, melainkan bentuk pengawasan agar proses lelang bebas dari praktik curang atau monopoli.

“Kami hadir untuk memastikan pengelolaan aset desa dilakukan secara terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah kunci agar hasil sewa tanah benar-benar kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan warga,” tegas AKP Mulyono.

Mekanisme Terbuka Tekan Potensi Pungli
Dalam musyawarah tersebut, Pemerintah Desa Mori memaparkan secara detail mekanisme lelang, mulai dari kriteria peserta hingga tata cara penentuan pemenang. Transparansi ini dianggap krusial untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman yang berpotensi menjadi konflik sosial atau tindak pidana korupsi di tingkat desa.

Aset tanah kas desa merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan. Jika dikelola dengan benar melalui sistem lelang yang sehat, dana yang dihasilkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur desa serta mendukung program kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Musyawarah Mufakat Jadi Benteng Kamtibmas
Musdes ini juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan pertanyaan. AKP Mulyono menambahkan bahwa dialog terbuka adalah sarana paling efektif untuk mencegah “api dalam sekam” terkait perebutan pemanfaatan lahan.

“Dengan musyawarah mufakat, seluruh pihak dapat menerima hasil keputusan dengan lapang dada. Jika komunikasi berjalan baik, maka situasi kamtibmas otomatis akan terjaga dengan sendirinya,” pungkasnya.

Hingga kegiatan berakhir, suasana di Desa Mori terpantau kondusif. Polsek Trucuk menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih demi kemajuan desa di wilayah Bojonegoro.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wajah Baru Parlemen Bantarjaya: Kompetisi Sehat Demi Kemajuan Desa

8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Audit Dana Desa Sungai Ulu: Bukan Sekadar Urusan Kertas

8 Mei 2026 - 06:25 WIB

Satu Dekade Dana Desa: Lampung Selatan Jadi Etalase Nasional

8 Mei 2026 - 01:01 WIB

Polemik Perangkat Desa Kediri: PPDI Desak Penundaan dan Revisi Perda

7 Mei 2026 - 17:51 WIB

Audit Dana Desa Loleo: Pengejaran Keadilan Selama Empat Tahun

7 Mei 2026 - 15:43 WIB

Paspor Kartun Jensi: Anak Desa Teba Penakluk Dunia

7 Mei 2026 - 14:55 WIB

Trending di DESA