Jakarta [DESA MERDEKA] – Kolaborasi strategis kini tengah dirajut oleh dua kementerian kunci guna menghapus “titik buta” internet di pelosok Nusantara. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, memastikan akan bekerja sama lebih intensif dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi untuk menuntaskan digitalisasi desa.
Langkah ini bukan sekadar koordinasi antar-instansi biasa, melainkan sebuah “reuni” kepentingan desa. Budi Arie yang sebelumnya menjabat sebagai Wamendes PDTT selama hampir empat tahun, dianggap memiliki ikatan emosional dan pemahaman mendalam mengenai kondisi lapangan di 12.000 desa yang hingga kini masih terisolasi dari sinyal internet.
Menggugat Definisi “Desa Bersinyal”
Gus Halim, sapaan akrab Mendes PDTT, memberikan catatan kritis yang menjadi sudut pandang baru dalam pembangunan infrastruktur digital. Ia menegaskan bahwa tolok ukur desa memiliki akses internet harus dievaluasi total. Selama ini, kategori “desa bersinyal” sering kali diklaim hanya karena satu titik, seperti balai desa, sudah terhubung internet.
“Jangan sampai satu titik ada sinyal, lalu dianggap seluruh desa selesai masalah internetnya,” tandas Gus Halim saat acara Sertijab Wamendes PDTT di Jakarta. Menurutnya, akses digital harus dirasakan merata oleh seluruh warga desa, bukan sekadar simbolis di kantor pemerintahan desa.
Digitalisasi Sebagai Keniscayaan
Menanggapi tantangan tersebut, Menkominfo Budi Arie Setiadi menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh bagi program-program Kemendes PDTT. Baginya, digitalisasi hingga ke pelosok adalah keniscayaan yang tidak bisa ditunda lagi demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat rural.
Di sisi lain, Wamendes PDTT yang baru, Paiman Raharjo, menyatakan kesiapannya untuk membantu akselerasi pembangunan desa dengan fokus pada orientasi hasil. Ia menekankan bahwa setiap program yang dijalankan harus berbasis kinerja nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh penduduk desa.
Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan mampu mengubah wajah 12.000 desa tanpa sinyal tersebut menjadi desa yang benar-benar digital secara substantif, bukan hanya klaim administratif di atas kertas.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.