Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 24 Jul 2023 16:36 WIB ·

Satu Titik Sinyal Bukan Berarti Desa Sudah Digital


					Menkominfo Budi Ari Setiadi menyerahkan Tugas Kepada Paiman Raharjo Sebagai Wakil Menteri Desa PDTT yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo dan Serah Terima Jabatan disaksikan sekaligus ditandatangani oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar di Kantor Kemendes PDTT.Jakarta,Senin (24/7/2023).


Foto : Mugi / Kemendes PDTT Perbesar

Menkominfo Budi Ari Setiadi menyerahkan Tugas Kepada Paiman Raharjo Sebagai Wakil Menteri Desa PDTT yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo dan Serah Terima Jabatan disaksikan sekaligus ditandatangani oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar di Kantor Kemendes PDTT.Jakarta,Senin (24/7/2023). Foto : Mugi / Kemendes PDTT

Jakarta [DESA MERDEKA] Kolaborasi strategis kini tengah dirajut oleh dua kementerian kunci guna menghapus “titik buta” internet di pelosok Nusantara. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, memastikan akan bekerja sama lebih intensif dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi untuk menuntaskan digitalisasi desa.

Langkah ini bukan sekadar koordinasi antar-instansi biasa, melainkan sebuah “reuni” kepentingan desa. Budi Arie yang sebelumnya menjabat sebagai Wamendes PDTT selama hampir empat tahun, dianggap memiliki ikatan emosional dan pemahaman mendalam mengenai kondisi lapangan di 12.000 desa yang hingga kini masih terisolasi dari sinyal internet.

Menggugat Definisi “Desa Bersinyal”
Gus Halim, sapaan akrab Mendes PDTT, memberikan catatan kritis yang menjadi sudut pandang baru dalam pembangunan infrastruktur digital. Ia menegaskan bahwa tolok ukur desa memiliki akses internet harus dievaluasi total. Selama ini, kategori “desa bersinyal” sering kali diklaim hanya karena satu titik, seperti balai desa, sudah terhubung internet.

“Jangan sampai satu titik ada sinyal, lalu dianggap seluruh desa selesai masalah internetnya,” tandas Gus Halim saat acara Sertijab Wamendes PDTT di Jakarta. Menurutnya, akses digital harus dirasakan merata oleh seluruh warga desa, bukan sekadar simbolis di kantor pemerintahan desa.

Digitalisasi Sebagai Keniscayaan
Menanggapi tantangan tersebut, Menkominfo Budi Arie Setiadi menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh bagi program-program Kemendes PDTT. Baginya, digitalisasi hingga ke pelosok adalah keniscayaan yang tidak bisa ditunda lagi demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat rural.

Di sisi lain, Wamendes PDTT yang baru, Paiman Raharjo, menyatakan kesiapannya untuk membantu akselerasi pembangunan desa dengan fokus pada orientasi hasil. Ia menekankan bahwa setiap program yang dijalankan harus berbasis kinerja nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh penduduk desa.

Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan mampu mengubah wajah 12.000 desa tanpa sinyal tersebut menjadi desa yang benar-benar digital secara substantif, bukan hanya klaim administratif di atas kertas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN