Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 25 Jan 2026 11:32 WIB ·

Tanggul Kertasari Jebol, Ketua Karang Taruna Malah Sibuk Kerja


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Musibah jebolnya tanggul irigasi di Kampung Tambun, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, mengungkap fakta pahit tentang krisis kepemimpinan kepemudaan setempat. Karang Taruna Kertasari kini menjadi sasaran kritik tajam warga setelah dianggap “raib” dan tidak menunjukkan peran nyata saat masyarakat berjuang menghadapi dampak hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bekasi, Minggu (25/1/2026).

Padahal, secara regulasi dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019, Karang Taruna memiliki kewajiban moral dan struktural untuk membantu pemerintah dalam perlindungan masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.

Respons “Suara Bangun Tidur” Jadi Sorotan
Ketidakpedulian ini semakin memuncak saat Ketua Karang Taruna Kertasari, Yan Eka Gunawan alias Gugun, dikabarkan sulit dihubungi untuk koordinasi darurat. Berdasarkan pengakuan sumber internal kelurahan, respons yang diberikan Gugun saat dihubungi via telepon terkesan abai dan tidak menunjukkan urgensi bencana.

“Waktu ditelepon, suaranya seperti baru bangun tidur. Setelah dijelaskan kondisi darurat, dia tetap tidak muncul ke lokasi,” ungkap seorang sumber yang enggan disebut namanya.

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaannya di tengah warga yang terdampak, Gugun hanya memberikan jawaban singkat yang memicu amarah aktivis pemuda. “Keur sibuk aya pagawean (sedang sibuk ada pekerjaan),” ujarnya dingin.

Desakan Penonaktifan dan Fokus Bisnis Pribadi
Kritik tajam datang dari tokoh pemuda setempat, Aris. Ia menilai sikap Gugun sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mandat organisasi. Gugun bahkan dituding lebih fokus mengurus bisnis jaringan internet rumahan (RT/RW Net) miliknya daripada menjalankan fungsi sosial Karang Taruna.

“Kami mendesak Lurah Kertasari dan Camat Pebayuran untuk segera mengevaluasi dan menonaktifkan Ketua Karang Taruna Kertasari. Tidak ada program pemberdayaan, dan saat bencana malah menghilang,” tegas Aris.

Akibat vakumnya organisasi kepemudaan ini, perangkat kelurahan terpaksa turun tangan sendiri mengoordinasi penanganan tanggul tanpa dukungan tenaga dari Karang Taruna. Kejadian ini menjadi preseden buruk bagi fungsi organisasi sosial di tingkat kelurahan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Trending di KABAR DESA