Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 25 Jan 2026 08:00 WIB ·

Unik, Desa Keretak di Bangka Tengah Rayakan Empat Kali Lebaran


					Suasana Nganggung seperti Lebaran, salah satu rangkaian kegiatan Tradisi Ruah Kubur di Desa Keretak, Kabupaten Bangka Tengah. (Foto: RRI) Perbesar

Suasana Nganggung seperti Lebaran, salah satu rangkaian kegiatan Tradisi Ruah Kubur di Desa Keretak, Kabupaten Bangka Tengah. (Foto: RRI)

Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Saat mayoritas masyarakat Indonesia hanya mengenal dua kali hari raya, warga Desa Keretak, Kabupaten Bangka Tengah, justru merayakan suasana “lebaran” sebanyak empat kali dalam setahun. Selain Idulfitri dan Iduladha, desa ini menghidupkan kemeriahan serupa pada peringatan Maulid Nabi dan tradisi Ruah Kubur.

Fenomena unik ini menempatkan Desa Keretak sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling sakral di Bangka Belitung. Ruah Kubur yang dilaksanakan setiap bulan Syakban (menjelang Ramadan) bahkan dianggap lebih besar pengaruhnya dibandingkan hari raya lainnya. Ribuan perantau dipastikan pulang kampung hanya untuk mengikuti tradisi pembersihan makam leluhur dan doa bersama ini.

Kemandirian Ekonomi di Balik Tradisi
Sudut pandang menarik dari tradisi ini bukan sekadar pada keriuhannya, melainkan pada kemandirian ekonomi warganya. Meski mayoritas berprofesi sebagai petani, warga Desa Keretak memiliki kesadaran finansial yang tinggi untuk menyisihkan penghasilan setahun penuh demi menjamu tamu yang datang dari berbagai penjuru daerah.

“Di Desa Keretak, Ruah Kubur dirayakan paling besar. Ini adalah bentuk syukur dan penguat silaturahmi. Rasanya persis seperti Idulfitri, di mana pintu rumah warga terbuka lebar bagi siapa saja,” jelas Kepala Desa Keretak, Ahmad Nurihsan, dalam dialog di RRI Pro 4 Sungailiat, Sabtu (24/1/2026).

Magnet Silaturahmi Lintas Daerah
Konsistensi Desa Keretak dalam merawat tradisi ini ternyata menjadi magnet bagi warga luar daerah. Yanto, warga Air Ruai, mengaku terkesan dengan skala perayaan di Keretak yang jauh lebih masif dibandingkan tradisi “Ngeruah” di desa-desa lain.

“Uniknya Bangka itu di sini. Saat warga Keretak merayakan Ruah Kubur, masyarakat dari kabupaten lain justru berbondong-bondong datang untuk bertamu. Ini adalah bukti ketahanan sosial yang luar biasa melalui kearifan lokal,” tutur Yanto.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah kini telah memasukkan Ruah Kubur ke dalam agenda wisata rutin tahunan. Langkah ini diambil karena nilai budayanya yang tidak hanya menjaga spiritualitas, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal dan mempererat persaudaraan antarwarga Bangka Belitung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM