Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 22 Jan 2026 19:14 WIB ·

Kolaborasi DKI-Malut: Ahmad Assagaf Resmi Gabung Anggota PPAD


					Kolaborasi DKI-Malut: Ahmad Assagaf Resmi Gabung Anggota PPAD Perbesar

JAKARTA [DESA MERDEKA] — Momentum penguatan organisasi kepemudaan dan sosial kemasyarakatan kembali tercipta di ibu kota. Ketua DPD Persatuan Putra-Putri Angkatan Darat (PPAD) DKI Jaya, Tri Dira Yovika, secara resmi mengukuhkan tokoh masyarakat sekaligus Ketua Umum FORKI Maluku Utara, Ahmad Assagaf, S.T., sebagai Anggota Luar Biasa PPAD DKI Jaya dan Maluku Utara.

Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Serba Guna STIKES Ria Husada, Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis (22/1/2026). Langkah ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan simbol sinergitas strategis antara dua provinsi besar di Indonesia dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Penyematan Pin dan Komitmen Kebangsaan
Acara dimulai dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PPAD, yang menegaskan jiwa korsa dan patriotisme peserta yang hadir. Atas nama Ketua Umum DPP PPAD, Isfan Fajar Satryo, M.M., Tri Dira Yovika menyematkan pin kehormatan dan menyerahkan kemeja organisasi lengkap dengan atribut kebesaran kepada Ahmad Assagaf.

Penyematan ini dilakukan secara bersama-sama oleh Tri Dira Yovika dan Ketua DPD PPAD Maluku Utara, M. Djoyo Soekarno, S.H., M.H. Kehadiran dua pimpinan daerah ini memberikan pesan kuat bahwa PPAD kini tengah membangun jembatan kolaborasi yang lebih solid antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Mendorong Pembangunan di Dua Daerah
Dalam sambutannya, Tri Dira Yovika mengapresiasi sosok Ahmad Assagaf sebagai figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap gerakan sosial kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara PPAD DKI Jaya dan Maluku Utara harus mampu menjadi motor penggerak program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kita harapkan PPAD terus bersinergi, mendukung pemerintah, serta meningkatkan partisipasi sosial untuk mendorong pembangunan nasional. Ini adalah bagian dari kekuatan kita dalam mewujudkan visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Yovika.

Senada dengan hal tersebut, M. Djoyo Soekarno mengungkapkan bahwa masuknya tokoh sekaliber Ahmad Assagaf membuktikan bahwa PPAD sangat menjunjung tinggi pluralitas. Menurutnya, ketokohan figur lokal yang kuat dapat menjadi perekat dalam keberagaman sekaligus menjadi pintu masuk bagi investasi ide-ide pembangunan di Maluku Utara yang diselaraskan dengan pengalaman organisasi di DKI Jakarta.

Amanah untuk Bangsa
Ahmad Assagaf, S.T., yang juga dikenal luas sebagai pengusaha sukses di Maluku Utara, menyatakan rasa terima kasih dan komitmennya. Ia memandang keanggotaan ini sebagai amanah besar untuk memaksimalkan potensi organisasi dalam pembangunan bangsa.

“Insyaallah, penerimaan ini adalah amanah bagi saya untuk membangun kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita PPAD. Kolaborasi DPD PPAD DKI Jaya dan Maluku Utara adalah ruang bagi kita untuk lebih banyak berkarya dan memberi sumbangsih nyata bagi pembangunan di kedua daerah tersebut,” tegas Ahmad.

Dengan latar belakangnya sebagai Ketua FORKI Maluku Utara, Ahmad diyakini mampu membawa kedisiplinan dan semangat sportivitas ke dalam tubuh PPAD. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di sektor sosial, ekonomi, dan kepemudaan yang bermanfaat langsung bagi warga Jakarta maupun masyarakat di Bumi Moloku Kie Raha.(*)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 184 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda di Obi: Asosiasi Dump Truck Siap Membangun Desa

29 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Menantang Ombak Pesisir Domas Lewat Racikan Probiotik Kampus

22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Gadai Bawah Tangan: Benturan Transaksi Informal dengan Hukum Formal

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Trending di RAGAM