Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 22 Jan 2026 09:52 WIB ·

Pangkalpinang Jadikan Kelurahan Benteng Pertahanan HAM dan Perdamaian


					Pangkalpinang Jadikan Kelurahan Benteng Pertahanan HAM dan Perdamaian Perbesar

Pangkalpinang, Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Hak Asasi Manusia (HAM) kini bukan lagi sekadar narasi di tingkat pusat atau meja birokrasi tinggi. Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan terobosan dengan menarik isu kemanusiaan ini langsung ke barisan terdepan pelayanan publik, yaitu kelurahan.

Melalui sinergi dengan Kanwil HAM Bangka Belitung, Pemkot Pangkalpinang resmi meluncurkan program Kelurahan Sadar HAM dan Kelurahan Sadar Kedamaian (REDAM). Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan HAM tidak hanya menjadi teks undang-undang, tetapi menjadi gaya hidup masyarakat di tingkat akar rumput.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa penunjukan kelurahan tersebut tidak dilakukan sembarangan. Setiap wilayah harus memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh Kementerian HAM.

“Program ini bertujuan membangun kapasitas aparatur dan warga agar mampu mengenali, menghormati, dan melindungi hak sesama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Saparudin usai pertemuan koordinasi pada Selasa (21/1/2026).

REDAM: Penawar Konflik Sosial di Masyarakat
Satu poin paling menarik dari kebijakan ini adalah lahirnya program REDAM. Fokus utamanya adalah membekali pemerintah kelurahan dengan kemampuan teknis untuk mendeteksi dini serta meredam konflik sosial yang berpotensi berujung pada pelanggaran HAM.

Program REDAM memposisikan kelurahan sebagai mediator aktif. Alih-alih menunggu konflik membesar hingga ke ranah hukum, aparatur kelurahan didorong untuk menyelesaikan gesekan sosial secara persuasif dan humanis.

“REDAM fokus pada bagaimana kelurahan mampu menangani konflik-konflik sosial yang memiliki indikasi pelanggaran HAM secara mandiri,” tambah Saparudin.

Pendampingan Teknis dan Harmonisasi Kota
Sinergi ini juga mencakup dukungan penuh dari Kanwil HAM Babel dalam bentuk pendampingan teknis. Jika ditemukan persoalan pelik, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun masalah yang muncul di tengah warga, pakar HAM akan turun tangan memberikan solusi berbasis aturan yang berlaku.

Dengan hadirnya Kelurahan Sadar HAM dan program REDAM, Pangkalpinang berambisi menciptakan ekosistem kota yang lebih harmonis. Transformasi kelurahan menjadi garda terdepan HAM ini diharapkan mampu menghapus stigma bahwa urusan hak asasi adalah masalah yang jauh dan rumit bagi warga biasa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemendagri Apresiasi Progres Rehabilitasi Lahan Terdampak Bencana di Sumbar

30 April 2026 - 23:10 WIB

Satu Desa Satu Operator: Kunci Bantuan Tepat Sasaran

30 April 2026 - 05:30 WIB

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Trending di PEMERINTAHAN