Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

POLITIK · 21 Jan 2026 21:14 WIB ·

Partai Buruh Kalsel: Stop Pidato Elit, Saatnya Kerja Lapangan!


					Partai Buruh Kalsel: Stop Pidato Elit, Saatnya Kerja Lapangan! Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Kongres V Partai Buruh yang digelar di Jakarta pada 19–22 Januari 2026 menjadi tamparan keras bagi budaya politik “omong kosong” di internal partai. Alih-alih merayakan forum dengan seremoni biasa, momen ini ditegaskan sebagai titik balik untuk menghentikan kebiasaan elit yang hanya sibuk berbicara tanpa aksi nyata di tengah penderitaan buruh.

Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Kalimantan Selatan, Ibu Sudarsih, mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pengurus untuk segera keluar dari zona nyaman. Ia menegaskan bahwa Partai Buruh bukanlah panggung sandiwara untuk mencari jabatan, melainkan alat perjuangan yang harus hidup di akar rumput.

“Kemenangan politik tidak lahir dari rapat panjang atau retorika keras di media. Partai ini bukan ruang ngoceh elit. Jika pengurus absen di tengah masalah rakyat, itu adalah pengkhianatan terhadap mandat Kongres,” tegas Sudarsih di sela-sela penutupan Kongres V.

Infiltrasi Hingga Tingkat RT
Keluar dari pola partai tradisional yang hanya aktif di tingkat pusat, Partai Buruh Kalimantan Selatan kini mengadopsi strategi “akar serabut”. Sudarsih menetapkan target radikal untuk memastikan partai benar-benar “berakar” di basis rakyat pekerja. Fokus utama bukan lagi sekadar administrasi, melainkan kehadiran fisik pengurus di setiap sudut desa.

Target penguatan struktur organisasi yang wajib dicapai meliputi:

  • 100% penguatan Exco di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
  • 75% pembentukan pengurus hingga tingkat kecamatan.
  • 50% pembentukan distrik atau ranting di tingkat desa hingga tingkat RT.

Berburu “Caleg Pejuang”, Bukan Pencari Kerja
Menjelang kontestasi politik mendatang, Partai Buruh Kalsel melakukan revolusi dalam penjaringan calon legislatif (caleg). Mereka secara terbuka menolak caleg yang hanya muncul saat pemilu demi mengejar kursi. Kriteria utamanya adalah rekam jejak pengorganisasian rakyat dan kesediaan untuk bekerja bersama buruh sepanjang waktu—baik sebelum maupun sesudah pemilu usai.

Disiplin organisasi kini dijalankan secara ekstrem. Struktur yang dianggap tidak bergerak atau gagal menyentuh persoalan riil buruh akan dievaluasi secara terbuka tanpa kompromi. Pengorganisiran serikat buruh dan organisasi masyarakat (Ormas) diposisikan kembali sebagai jantung penggerak partai agar tidak terjebak menjadi partai prosedural yang kosong.

Benteng Suara di Tingkat Desa
Guna memagari kedaulatan suara rakyat pekerja, persiapan saksi kini dilakukan jauh-jauh hari hingga ke tingkat desa dan ranting. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan suara yang terencana dan berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar pelengkap persyaratan pemilu.

“Kongres V adalah garis start. Setelah ini, tidak ada ruang bagi mereka yang hanya diam. Partai Buruh akan diuji dari sejauh mana kakinya melangkah di lumpur dan debu lapangan bersama rakyat,” tutup Sudarsih.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Ziarah Mohammad Yamin: Misi Senior PP Perkuat Solidaritas Organisasi

12 April 2026 - 06:03 WIB

Slogan Perempuan Mengabdi: Anggi Putri Warnai Kursi BPD Bantarjaya

28 Maret 2026 - 15:22 WIB

Meja Bukber Jadi Ruang Rekonsiliasi Pemuda Papua Barat Daya

19 Maret 2026 - 09:29 WIB

Transparansi Hasil Evaluasi: Hak Mutlak Pendamping Desa Nusantara

17 Maret 2026 - 06:32 WIB

Trending di POLITIK