Majalengka, Jawa Barat[DESA MERDEKA] – Di tengah serbuan beras impor dan ketergantungan pada pupuk kimia, sebuah revolusi pangan sedang meletus dari Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka. Melalui tangan dingin Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Fajar Agung, desa ini berhasil melahirkan beras organik unggulan yang tidak hanya sehat di piring konsumen, tetapi juga menyembuhkan ekosistem tanah melalui sistem ekonomi sirkular.
Beras organik ini bukan sekadar produk pangan biasa. Ia merupakan hasil dari integrasi cerdas antara petani padi dan peternak. Dalam pola ekonomi sirkular yang diterapkan, jerami sisa panen diolah menjadi pakan ternak, sementara kotoran hewan dikembalikan ke sawah sebagai pupuk organik cair maupun padat. Hasilnya? Limbah nol (zero waste), tanah kembali subur, dan biaya produksi petani pun terpangkas secara signifikan.
Bukan Sekadar Label, Tapi Standar Nasional
Keseriusan Desa Bantaragung dalam menggarap pasar nasional dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi dari Indonesian Organic Farming Certification (INOFICE). Produk ini telah lolos kurasi ketat sesuai SNI 6729:2016. Dengan sertifikasi ini, Gapoktan Fajar Agung memiliki hak eksklusif menggunakan Logo Organik Indonesia, yang menjadi tiket masuk ke ritel modern, perhotelan, hingga pasar digital.
“Kami tidak sekadar memproduksi beras, tetapi membangun sistem. Melalui pertanian organik dan ekonomi sirkular, kami menjaga kualitas produk sekaligus memastikan manfaat ekonomi berputar di tingkat petani dan peternak,” tegas Moch Tajudien, yang akrab disapa Aang Jhon, Ketua Gapoktan Fajar Agung, Minggu (18/1/2026).

Sinergi Komunitas dan Eduwisata
Keberlanjutan pasokan beras ini dijaga melalui sinergi terpadu dengan Kelompok Tani Sawah Deukeut di bawah komando H. Sukiman. Kolaborasi ini memastikan bahwa volume produksi tetap stabil tanpa menurunkan mutu, sehingga mampu melayani permintaan distributor skala besar secara kontinu.
Yang membuat Beras Organik Bantaragung lebih unggul secara narasi adalah integrasinya dengan Masterplan Eduwisata Ciboer. Wisatawan tidak hanya bisa membeli beras, tetapi juga melihat langsung proses budidayanya. Transparansi ini membangun kepercayaan konsumen yang sangat mahal harganya di industri pangan saat ini.
Bagi mitra strategis atau distributor yang ingin mengamankan pasokan pangan berkelanjutan ini, Gapoktan Fajar Agung telah membuka akses komunikasi profesional. Anda dapat menghubungi Moch Tajudien (Aang Jhon) melalui nomor +62 813-1307-0388 untuk informasi spesifikasi produk dan peluang kemitraan nasional.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.