Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (12/1/2026). Kehadiran Tito bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan kapasitasnya sebagai Ketua Satgas Bencana Sumatera yang membawa misi krusial: mempercepat pemulihan fisik dan ekonomi Ranah Minang.
Mendagri dijadwalkan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) pada Selasa (13/1). Fokus utama pertemuan ini adalah memangkas birokrasi antara pemerintah pusat dan daerah agar dana serta bantuan pembangunan infrastruktur bisa segera menyentuh wilayah-wilayah terdampak di Sumatera Barat.
“Selamat datang Pak Mendagri dan Ketua Satgas Bencana Sumatera di Ranah Minang,” sapa Mahyeldi saat menyambut rombongan di ruang VVIP BIM.
Misi Strategis Satgas Bencana Sumatera
Sudut pandang menarik dari kunjungan ini adalah penggunaan instrumen Satgas Bencana Sumatera. Melalui satgas ini, penanganan bencana di Sumatera Barat tidak lagi dipandang sebagai masalah lokal, melainkan prioritas regional dan nasional. Gubernur Mahyeldi berharap Rakor besok menjadi titik balik bagi percepatan pembangunan jembatan, jalan, dan hunian warga yang rusak.
Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih terukur. Penanganan pascabencana seringkali terkendala koordinasi lintas sektor; kehadiran Tito Karnavian diharapkan mampu menyinkronkan kebijakan antara kementerian terkait dengan kebutuhan riil di lapangan.
Persiapan Matang Pemerintah Provinsi
Dalam penyambutan tersebut, Mahyeldi didampingi oleh jajaran Forkopimda Sumbar, Sekretaris Daerah, Kepala Biro Adpim, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Keterlibatan penuh seluruh elemen pemerintahan Sumbar menunjukkan kesiapan daerah untuk mengeksekusi rencana kerja yang akan diputuskan dalam Rakor R3P.
Keberhasilan rekonstruksi ini menjadi penentu stabilitas ekonomi Sumbar tahun ini. Jika akses logistik dan infrastruktur publik pulih lebih cepat, produktivitas masyarakat di sektor pertanian dan pariwisata yang sempat lumpuh akibat bencana diyakini akan segera bangkit kembali.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.