Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 2 Jan 2026 21:10 WIB ·

Kuwu Terpilih Desa Sukasari Meninggal Dunia Sebelum Resmi Dilantik


					Kuwu Terpilih Desa Sukasari Meninggal Dunia Sebelum Resmi Dilantik Perbesar

Indramayu, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Kabar duka menyelimuti warga Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kepala Desa (Kuwu) terpilih, Tarsitem, meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Perempuan berusia 46 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir sebelum sempat resmi dilantik menduduki jabatan barunya.

Kabar kepergian almarhumah menyebar cepat di media sosial dan mengundang duka mendalam bagi masyarakat setempat. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kondisi kesehatan Tarsitem sempat menurun drastis hingga pingsan. Keluarga segera membawa almarhumah ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.

Penyebab Kematian Diduga Akibat Kelelahan
Pihak RSUD Indramayu menyatakan diagnosis almarhumah sebagai Dead on Arrival (DOA), yang berarti pasien sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Meski belum ada pemeriksaan medis menyeluruh terkait penyebab pasti kematian, keluarga menduga Tarsitem meninggal akibat kelelahan fisik yang luar biasa pasca-Pemilihan Kuwu (Pilwu).

Perwakilan keluarga, Tarjono, menjelaskan bahwa almarhumah memiliki agenda yang sangat padat sebelum dan sesudah Pilwu serentak yang digelar pada 10 Desember 2025 lalu. Sebagai calon pemimpin, Tarsitem juga menjalani berbagai ritual adat setempat, salah satunya adalah mengelilingi batas desa saat tengah malam.

“Ritual mengelilingi batas desa itu sangat melelahkan, apalagi almarhumah adalah seorang perempuan. Namun, hal itu tetap dilakukan karena sudah menjadi adat di desa kami bagi calon kepala desa,” ungkap Tarjono saat ditemui di rumah duka.

Suasana Duka di Desa Sukasari
Pantauan di lokasi menunjukkan rumah duka yang terletak tepat di depan Balai Desa Sukasari dipadati oleh pelayat. Warga terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pihak keluarga memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar almarhumah diterima di sisi-Nya. “Kami memohon maaf apabila selama hidup almarhumah memiliki kekhilafan. Terima kasih kepada warga yang telah datang mendoakan,” tambah Tarjono.

Kepergian Tarsitem meninggalkan kekosongan kepemimpinan di Desa Sukasari yang baru saja menyelesaikan pesta demokrasi tingkat desa. Hingga kini, warga masih menunggu informasi lebih lanjut terkait mekanisme pengisian jabatan Kuwu pasca-kejadian duka ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM