Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Hingga akhir tahun 2025, pelaksanaan program ini telah menjangkau 90 desa di 23 kecamatan dengan dukungan 188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terdaftar resmi.
Data tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG di Gedung Sate, Bandung, Rabu (17/12/2025). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Capaian dan Target Penerima Manfaat
Dengan populasi mencapai 3,2 juta jiwa, Kabupaten Bekasi menempatkan program MBG sebagai instrumen krusial untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Saat ini, sebanyak 66.209 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP telah merasakan manfaat program ini, atau mencakup sekitar 39,9 persen dari total sasaran siswa di wilayah tersebut.
Tidak hanya menyasar pelajar, program ini juga menjangkau kelompok rentan lainnya. Berdasarkan laporan Bappeda Kabupaten Bekasi tahun 2025, terdapat 5.770 balita, 1.139 ibu hamil, dan 1.290 ibu menyusui yang masuk dalam daftar penerima bantuan gizi ini.
“Seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi sudah ter-cover MBG. Kami berkomitmen mendukung program pusat yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Asep Surya Atmaja.
Pengawasan Ketat dan Tantangan Operasional
Pemerintah daerah memastikan bahwa kualitas dan kuantitas makanan tetap terjaga melalui pengawasan dinas terkait. Proses pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan di dapur SPPG, hingga distribusi ke tangan penerima.
Meski menunjukkan tren positif, Wabup Asep tidak menampik adanya kendala di lapangan. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain proses sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang masih berjalan, optimalisasi pengelolaan limbah sisa makanan, serta stabilitas harga bahan baku bagi dapur SPPG.
Strategi Keberlanjutan dan Ekonomi Lokal
Sebagai solusi atas kendala tersebut, Pemkab Bekasi melakukan langkah percepatan melalui:
- Pelatihan Keamanan Pangan: Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mempercepat sertifikasi SLHS.
- Penguatan Satgas MBG: Membentuk tim khusus untuk pengawasan program yang lebih intensif.
- Rantai Pasok Lokal: Membangun jejaring dengan kelompok tani, peternak, BUMDes, dan pelaku usaha lokal untuk menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat.
Asep menekankan bahwa MBG bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui gizi yang tercukupi, diharapkan generasi muda Bekasi tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.