Wagub Vasko Ruseimy Apresiasi Relawan, Status Tanggap Darurat Sumbar Diperpanjang
Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan telah menyebabkan dampak kerugian jiwa yang signifikan. Data terbaru mencatat 235 orang meninggal dunia, sementara 93 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, 113 orang mengalami luka-luka, dan total 256.881 jiwa terdampak di seluruh wilayah Sumbar.
Di tengah situasi sulit ini, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan, aparat, dan tim gabungan yang telah bekerja tanpa henti dalam membantu masyarakat.
“Di tengah situasi sulit ini, kita masih melihat orang-orang yang ikhlas berjuang atas nama kemanusiaan. Kami berterima kasih dan bangga kepada seluruh relawan yang telah bergerak tanpa pamrih,” ujar Wagub Vasko di Padang, Selasa (9/12/2025).
Perpanjangan Status Tanggap Darurat dan Fokus Penanganan
Merespons tingkat kerusakan dan jumlah korban yang besar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah memperpanjang status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, berlaku hingga 22 Desember 2025.
Fokus penanganan darurat saat ini diarahkan pada tiga hal utama:
- Evakuasi dan Pencarian Korban Hilang: Memaksimalkan upaya menemukan 93 orang yang masih belum ditemukan.
- Pemenuhan Kebutuhan Dasar: Memastikan logistik dan kebutuhan primer tersalurkan kepada ratusan ribu jiwa yang terdampak.
- Verifikasi Data: Mempercepat verifikasi data kerusakan dan kerugian infrastruktur serta properti masyarakat.
Wagub Vasko menegaskan bahwa para relawan hadir di Ranah Minang bukan untuk mencari pujian atau saling menyalahkan, tetapi untuk menguatkan masyarakat yang berduka dan membantu percepatan penanganan di lapangan.
“Mereka hadir di Ranah Minang… untuk saling menguatkan dan mempercepat penanganan. Kita buktikan, dari kebersamaan inilah Sumatera Barat akan bangkit kembali,” lanjutnya, menekankan pentingnya semangat kolaborasi antar seluruh pihak terkait agar Sumbar dapat pulih lebih cepat dari bencana ini.
Semangat gotong royong dan kesediaan relawan, aparat, dan tim gabungan menjadi modal utama Pemprov Sumbar dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, yang meliputi banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.