Mahyeldi Tinjau Posko Bencana Sumbar, Tegaskan Data Valid Dasar Kebijakan Pasca Tanggap Darurat
Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung proses rekapitulasi data dampak dan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut. Peninjauan yang dilakukan di Posko Terpadu Penanggulangan Darurat Bencana di Aula Kantor Gubernur Sumbar pada Minggu (7/12/2025) ini bertujuan memastikan kesahihan data sebagai dasar pengambilan kebijakan pasca status tanggap darurat yang akan berakhir besok hari.
Dalam peninjauan ini, Mahyeldi didampingi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi, Kalaksa BPBD Sumbar Era Sukma Munaf, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penanganan darurat harus diprioritaskan, termasuk evakuasi, pembukaan akses jalan, dan distribusi logistik. Hingga saat peninjauan dilakukan, tercatat jumlah masyarakat terdampak mencapai 247.402 jiwa. Data rinci mencakup 228 orang meninggal dunia, 98 orang hilang, 112 orang luka-luka, serta 20.604 orang mengungsi.
“Kami memastikan seluruh unsur pemerintah daerah bergerak cepat. Kesahihan data ini sangat penting karena akan menjadi dasar pengambilan kebijakan selanjutnya,” tutur Mahyeldi.
Fokus Mitigasi Jangka Panjang: Penanaman Bambu dan Larangan Bangunan
Selain penanganan darurat, Gubernur juga menyoroti langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa. Pemprov Sumbar telah menggalakkan penanaman pohon bambu di kawasan hutan produktif yang teridentifikasi rawan bencana.
Menurut Mahyeldi, penanaman bambu yang telah dilakukan sejak sembilan bulan lalu merupakan langkah strategis karena akar tanaman tersebut terbukti efektif mampu menahan aliran air saat curah hujan tinggi, mencegah longsor dan erosi.
Filosofi penanaman bambu ini sejalan dengan pepatah “bagaikan aur dengan tebing,” yang menggambarkan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian wilayah. Pemerintah juga telah mengidentifikasi titik-titik rawan longsor dan secara tegas melarang warga mendirikan bangunan di area berbahaya tersebut.
Komitmen Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menyamakan pola tindakan dalam penanganan korban terdampak.
Pangdam Arief secara simbolis menyerahkan empat batang pohon bambu kepada Pemerintah Provinsi Sumbar. Penyerahan ini merupakan simbol yang merepresentasikan energi, edukasi, efisiensi, dan ekonomi, serta menandai sinergi yang kokoh antara TNI dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga lingkungan.
“Bambu tumbuh cepat, kokoh, lentur saat diterpa angin, serta memiliki akar kuat yang mampu beradaptasi dengan lingkungan. Ini sejalan dengan semangat kita dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi meminta seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat, untuk terus siaga, menjaga komunikasi, dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Ia juga mengimbau warga agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumber informasinya. Hingga kini, tim gabungan masih aktif melakukan pemantauan, pendataan kerusakan, dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.