Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 4 Des 2025 13:21 WIB ·

Kemendes: Logistik Perdesaan Kunci Tekan Ketimpangan Harga


					Tangkapan layar - Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Kemendes PDT Teguh Hadi Sulistiono membuka webinar bertajuk Perbesar

Tangkapan layar - Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Kemendes PDT Teguh Hadi Sulistiono membuka webinar bertajuk "Membangun Infrastruktur Logistik Perdesaan yang Tangguh dan Berkelanjutan", seperti diikuti di Jakarta, Kamis (4/12/2025). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

Kemendes PDT: Penguatan Logistik Perdesaan Wajib untuk Atasi Disparitas Harga dan Kerawanan Pangan

Jakarta [DESA MERDEKA] Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) menegaskan bahwa penguatan logistik perdesaan merupakan kunci utama untuk menekan disparitas atau ketimpangan harga yang tinggi antara wilayah produsen dan wilayah konsumen, khususnya di daerah tertinggal. Infrastruktur logistik yang lemah di tingkat desa menjadi mata rantai paling rentan yang menyebabkan harga komoditas anjlok di tingkat petani produsen, namun melambung tinggi di pasar konsumen.

Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Kemendes PDT, Teguh Hadi Sulistiono, menyatakan hal ini dalam webinar bertajuk “Membangun Infrastruktur Logistik Perdesaan yang Tangguh dan Berkelanjutan” di Jakarta, Kamis.

Teguh menyoroti data faktual yang menunjukkan minimnya infrastruktur vital di tingkat desa. Pihaknya mencatat, dari total 75.266 desa di seluruh Indonesia, sekitar 67,92 persen desa belum memiliki gudang pangan yang memadai.

“Rantai pasok logistik di perdesaan seringkali menjadi mata rantai yang paling lemah. Dokumen kami mencatat bahwa hampir 67,92 persen desa di Indonesia tidak memiliki gudang pangan,” ucap Teguh.

Minimnya sarana logistik seperti gudang pangan ini berdampak langsung pada ketimpangan harga dan secara serius mengancam ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat perdesaan. Tanpa gudang yang memadai, hasil panen rentan rusak, memaksa petani menjual dengan harga rendah sesaat setelah panen, dan membuat desa semakin rentan terhadap kerawanan pangan.

Integrasi Produk Desa ke Sistem Logistik Nasional
Untuk mengatasi kerentanan ini, Kemendes PDT mendorong agar penyediaan sarana dan prasarana pendukung logistik di daerah perdesaan harus dijadikan prioritas utama. Solusi strategis yang didorong adalah integrasi produk unggulan desa ke dalam sistem logistik nasional. Tujuannya adalah memastikan komoditas lokal dapat langsung tersambung ke pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada tengkulak atau pasar lokal.

“Oleh karena itu, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, khususnya di daerah perdesaan harus menjadi prioritas,” kata Teguh.

Wacana Pembentukan Forum Logistik Nasional
Sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem logistik desa, Kemendes PDT juga membuka wacana pembentukan Forum Logistik Nasional untuk Daerah Tertinggal.

Teguh Hadi Sulistiono berharap forum ini dapat menjadi platform koordinasi multi-pihak yang kuat. Platform ini akan melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, asosiasi logistik, dan berbagai pelaku usaha. Koordinasi yang terintegrasi ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang konkret, efektif, dan benar-benar berpihak pada pembangunan dan ketahanan logistik di desa-desa tertinggal.

“Ke depan, kami ingin mengadakan semacam forum, Forum Logistik Nasional, khususnya yang memang berpihak kepada daerah tertinggal dan daerah yang sangat tertinggal,” pungkasnya, menunjukkan komitmen Kemendes PDT dalam membangun infrastruktur logistik perdesaan yang tangguh dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN